Penasihat Trump Ingin Semua Nuklir Korut Dikirim ke AS

Selasa, 15 Mei 2018 - 16:22 WIB
Penasihat Trump Ingin...
Penasihat Trump Ingin Semua Nuklir Korut Dikirim ke AS
A A A
WASHINGTON - Penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump menginginkan Korea Utara (Korut) mengirim semua senjata nuklirnya ke laboratorium Amerika Serikat (AS) di Tennessee. Ini untuk memastikan Kim Jong-un menindaklanjuti janjinya untuk membongkar program tersebut.

John Bolton mengatakan senjata nuklir Korut harus dibongkar dan dikirim ke Laboratorium Nasional Oak Ridge di Tennessee jika Kim Jong-in ingin mendapatkan pengenduran sanksi.

"Saya pikir pelaksanaan keputusan ini berarti menyingkirkan semua senjata nuklir, membongkarnya, membawa mereka ke Oak Ridge," kata Bolton.

“Ini berarti menyingkirkan pengayaan uranium dan kemampuan pemrosesan plutonium. Ini berarti mengatasi masalah rudal balistik. Banyak hal seperti itu,” imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (15/5/2018).

Media Korut mengatakan negara itu akan secara terbuka membongkar tempat uji coba nuklirnya sekitar 23-25 ​​Mei, dengan wartawan dari Pyongyang dan AS diundang untuk meliput acara tersebut.

Baca: Korut Umumkan Pembongkaran Tempat Uji Coba Nuklir

Bolton tidak menyebutkan apakah ia mengharapkan senjata nuklir untuk akhirnya disimpan di Laboratorium Nasional Oak Ridge atau Kompleks Keamanan Nasional Y-12, yang biasanya bertugas produksi senjata nuklir.

Laboratorium Nasional Oak Ridge adalah tempat di mana Departemen Energi AS mengoperasikan laboratorium penelitian dan kompleks senjata nuklir.

Sedangkan Fasilitas Y-12 adalah tempat peralatan dan tempat penyimpanan dokumen dari program nuklir Libya setelah Kolonel Muammar Gaddafi membuat keputusan untuk meninggalkan program senjata nuklir pada tahun 2003. Ia kemudian digulingkan dan dibunuh pada tahun 2011 oleh pemberontak yang didukung NATO.

Dengan kurang dari satu bulan tersisa sebelum pembicaraan yang sangat dinantika antara Trump dan pemimpin Korut di Singapura, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Minggu menyiratkan bahwa Washington harus meyakinkan Korut tidak akan berusaha untuk merusak Kim Jong-un.

Pompeo mengatakan bahwa setiap kesepakatan yang membuka jalan bagi semenanjung Korea yang bebas nuklir harus menyertakan perlindungan AS guna meyakinkan Kim Jong-un bahwa ia tidak akan menjadi target dari upaya perubahan rezim lainnya.

"Kami harus memberikan jaminan keamanan untuk memastikan. Ini telah menjadi trade-off yang telah tertunda selama 25 tahun," kata Pompeo, tanpa menentukan instrumen jaminan tersebut.

Baca: AS Janji Tak Gulingkan Kim Jong-un jika Serahkan Senjata Nuklir
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Kim Jong Un Nongkrong...
Kim Jong Un Nongkrong di Tepi Sawah, Pantau Kawasan Terhantam Topan
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Militer Percepat Persiapan Perang
Berita Terkini
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
51 menit yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
1 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
2 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
3 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
3 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved