Iran Ancam Tingkatkan Pengayaan Nuklir

Sabtu, 12 Mei 2018 - 02:51 WIB
Iran Ancam Tingkatkan...
Iran Ancam Tingkatkan Pengayaan Nuklir
A A A
TEHERAN - Iran memperingatkan pihaknya siap untuk memulai kembali pengayaan nuklir pada "skala industri". Ancaman ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif. Meski begitu, Zarif menyatakan akan mencoba dan menyelamatkan kesepakatan itu dengan memulai putaran diplomasi internasional.

"Pada saat yang sama, kami akan membuat persiapan untuk memulai kembali program pengayaan nuklir," katanya seperti dikutip dari CNN, Sabtu (12/5/2018).

Dalam pernyataannya, Zarif menuduh Trump tidak mempunyai pengetahuan yang cukup dan bodoh. Ia juga mengatakan kebijakan luar negeri AS telah menyeret Timur Tengah ke dalam kekacauan.

Ia mengatakan Iran akan berusaha menyelamatkan kesepakatan nuklir melalui negosiasi dengan negara-negara Eropa yang ikut menandatangani kesepakatan itu. Zarif akan bertemu dengan rekan-rekannya dari Jerman, Prancis dan Inggris di Brussels pada hari Selasa pekan depan.

Sementara itu Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan keputusan AS untuk menarik diri dari kesepakatan itu merupakan pukulan serius. Berbicara pada konferensi Hari Katolik di Muenster, Merkel mengatakan akan sulit untuk menjaga kesepakatan tetap hidup, mengingat bahwa kekuatan ekonomi besar telah pergi.

"Kami berharap kami bisa, tetapi ada banyak hal yang berperan dalam hal ini," katanya.

"Kami harus mendiskusikannya dengan Iran," tukasnya.

Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015 pada Rabu lalu. Keputusan Trump ini menuai kecaman dari negara-negara penandatangan kesepakatan tersebut. Tindakan Trump sama artinya dengan pengkhianatan perjanjian nuklir yang telah disepakati.
(ian)
Berita Terkait
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Proposal Nuklir Trump...
Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
Trump Peringatkan Iran...
Trump Peringatkan Iran Jangan Main-main dengan AS!
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved