Putin Turun Tangan saat Pengawalnya Usir Veteran Perang

Kamis, 10 Mei 2018 - 19:32 WIB
Putin Turun Tangan saat...
Putin Turun Tangan saat Pengawalnya Usir Veteran Perang
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin turun tangan saat melihat pengawalnya mengusir veteran perang saat parade militer berlangsung di Red Square. Pensiunan jenderal besar yang sempat didorong pengawal itu ternyata teman lama Putin.

Veteran perang bernama Dmitry Syrkashev, 94, awalnya berjalan mendekati Putin untuk memberikan ucapan selamat atas pelantikannya lagi sebagai Presiden Rusia. Tapi, pengawal Kremlin melarangnya mendekat dan sempat mendorongnya agar pergi.

"Dia (Putin) melihat bagaimana saya hampir diinjak-injak di sana. Dan dia menyelamatkan saya," katanya, Kamis (10/5/2018). "Lalu saya pergi bersamanya ke Makam Prajurit Tidak Dikenal."
Putin Turun Tangan saat Pengawalnya Usir Veteran Perang
Foto/Russia Today
Sang veteran mengatakan kepada Putin bagaimana dia menyerbu Konigsberg (sekarang Kaliningrad), membebaskan Smolensk, dan terluka di Belarusia dalam Perang Dunia Kedua saat dia melawan Nazi yang mundur.

"Dia memperlakukan saya dengan cara yang ramah, sangat ramah sekali, jadi saya merasa sangat nyaman dan hangat di dalam," katanya.

Syrkashev mengatakan dia menahan rasa sakit dengan kaki yang terluka untuk menyelesaikan pawai militer bersama Putin menuju Makam Prajurit Tidak Dikenal.

"Anda tahu, saya mengatasi rasa sakit di kaki saya yang terluka, agar tidak gagal, tidak tampak kepada presiden bahwa saya entah bagaimana pun rapuh," ujarnya.

Namun, media Ukraina mengklaim insiden itu dipentaskan untuk membiarkan Putin menyelamatkan seorang veteran berambut putih.
Juru bicara Putin, Dmitry Peskov membantah keras hal ini.

Menurutnya, Presiden Putin telah menegur rincian pengawalnya atas kesalahan itu.

Syrkashev kepada Russia Today mengaku bahwa dia dipanggil untuk dinas militer ketika dia berusia kurang dari 17 tahun. Setelah menyelesaikan pelatihan enam bulan, tentara muda itu dikirim ke medan perang.

Operasi besar pertama Syrkashev adalah ikut ambil bagian adalah Pertempuran Smolensk pada tahun 1943. Dia mendapat medali Bravery atas tindakannya selama operasi itu. Dia juga berpartisipasi dalam serangan musim panas 1944 di Belarus, selama Operasi Bagration. Syrkashev menggambarkan operasi ini sebagai salah satu pertempuran terberatnya.

"Terjadi pertempuran sengit. Saya terluka di sana. Satu peluru menghantam saya di pinggang dan masuk, di samping tulang belakang. Saya pergi ke rumah sakit, dan kembali ke garis depan dalam tiga bulan," paparnya.

Syrkashev juga mengaku sebagai kenalan lama Vladimir Putin."Dia (Putin) bertanya tentang kesehatan saya," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia di Istana
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Perintahkan Pasukannya untuk Siaga Tinggi
Vladimir Putin Umumkan...
Vladimir Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina
Berselimut Salju, Merasakan...
Berselimut Salju, Merasakan Kemegahan Kremlin dan Red Square Destinasi Ikonik Rusia
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Disebut Bakal Pensiun Tahun Ini Gegara Takut Dikudeta
Presiden Rusia Putin...
Presiden Rusia Putin Belum Pastikan Kehadiran di KTT G20 Bali
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved