Revolusi Bawa Pemimpin Oposisi Armenia Berkuasa

Rabu, 09 Mei 2018 - 13:02 WIB
Revolusi Bawa Pemimpin...
Revolusi Bawa Pemimpin Oposisi Armenia Berkuasa
A A A
YEREVAN - Pemimpin oposisi Nikol Pashinyan terpilih sebagai perdana menteri (PM) Armenia yang baru, kemarin.

Terpilihnya Pashinyan itu mengakhiri revolusi damai yang didorong melalui unjuk rasa beberapa pekan melawan korupsi dan kronisme di negara bekas Soviet tersebut. Moskow yang memiliki pangkalan militer di Armenia awalnya khawatir perubahan kekuasaan akan menjauhkan negara itu dari orbit Rusia tapi Pashinyan memberi jaminan dia tidak akan meninggalkan Kremlin.

Keberhasilan Pashinyan menjadi PM Armenia menjadi perubahan dramatis dari seorang mantan editor surat kabar yang pernah dipenjara karena menyulut kerusuhan, menjadi pemimpin pemerintahan. Apalagi selama ini Armenia dikuasai oleh sekelompok elit politik sejak 1990-an.

Pashinyan yang lahir pada 1975 itu mendorong gerakan protes yang berhasil memaksa Serzh Sarksyan mundur dari jabatan PM dan kemudian menekan partai berkuasa menghalangi pemilihannya sebagai PM. Saat ini jabatan PM memiliki kekuasaan terbesar di Armenia.

Dalam voting di parlemen, kemarin, sebanyak 59 anggota parlemen mendukung pencalonan Pashinyan, termasuk beberapa orang dari Partai Republikan yang berkuasa. Adapun 42 suara lainnya menentang pencalonannya.

Di Lapangan Republik, pusat ibu kota, para pendukung Pashinyan berkumpul untuk melihat langsung proses voting di layar televisi raksasa. Mereka pun bergembira saat hasil voting diumumkan.

Puluhan ribu orang di sana meneriakkan, “Nikol!” dan burung merpati putih dilepaskan terbang ke udara. Orang-orang saling berpelukan dan mencium. “Kita menang! Kita membuat sejarah hari ini!” ujar Gurgen Simonyan, 22, mahasiswa yang ikut turun ke jalan.

Gerakan protes yang dipimpin Pashinyan itu terjadi saat Sarksyan menjadi PM setelah konstitusi melarang dia maju lagi sebagai presiden. Banyak warga Armenia menganggap tindakan itu sebagai upaya memperpanjang kekuasaannya.

Saat pidato di parlemen sebelum voting dilakukan, Pashinyan menyeru rakyat Armenia datang bersama pemerintahan baru yang akan dia pimpin. “Halaman kebencian harus dibalik. Semoga Tuhan membantu kita,” ujar dia.

Armenia merupakan negara dengan tiga juta warga yang terletak di pegunungan antara Iran, Turki, Georgia dan Azerbaijan. Sejak merdeka setelah runtuhnya Uni Soviet, Armenia mengalami konflik wilayah dengan Azerbaijan dan mengalami blokade ekonomi dari Turki. Karena terisolasi, negara itu sangat tergantung pada Moskow. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
PM Armenia: Akan Perang...
PM Armenia: Akan Perang Baru dengan Azerbaijan
Rusia Tuding Pemimpin...
Rusia Tuding Pemimpin Armenia Buat Kesalahan Besar
40.000 Keluarga Mengungsi...
40.000 Keluarga Mengungsi setelah Nagorno-Karabakh Menyerah
Penyebab Perang Armenia...
Penyebab Perang Armenia dan Azerbaijan, dari Perbedaan Etnis hingga Sengketa Wilayah
Apakah Perang Armenia-Azerbaijan...
Apakah Perang Armenia-Azerbaijan untuk Memperebutkan Nagorno-Karabakh Berakhir?
Ribuan Warga Etnis Armenia...
Ribuan Warga Etnis Armenia Mulai Melarikan Diri dari Nagorno-Karabakh
Berita Terkini
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
19 menit yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
58 menit yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
1 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
3 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved