Pertemuan dengan Jong-un, Trump: Tanggal dan Tempat Telah Ditetapkan
Sabtu, 05 Mei 2018 - 15:35 WIB
Pertemuan dengan Jong-un, Trump: Tanggal dan Tempat Telah Ditetapkan
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tanggal dan lokasi pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah ditetapkan.
"Kami telah memiliki tanggal dan memiliki lokasi. Kami akan mengumumkannya segera," kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat ke Dallas seperti dikutip dari CBC, Sabtu (5/5/2018).
Awal pekan ini, Trump menyatakan preferensi untuk mengadakan "hajta besar" dengan Kim Jong-un di zona demiliterisasi antara kedua Korea, di mana pemimpin Korut itu bertemu dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in. Ia juga menyebut Singapura masuk dalam nominasi lokasi pertemuan pertama antara Presiden AS dan Pemimpin Korut.
Sebelumnya Gedung Putih mengumumkan pertemuan terpisah antara Trump dengan Presiden Korsel Moon Jae-in akhir bulan ini. Pasalnya, pemerintah AS mendorong kembali laporan bahwa Trump sedang mempertimbangkan penarikan pasukan AS dari Korsel.
"Trump dan Moon akan bertemu di Gedung Putih pada 22 Mei untuk melanjutkan koordinasi mereka pada perkembangan mengenai Semenanjung Korea setelah pertemuan Jumat lalu antara Moon dan Kim Jong-un. Mereka juga akan membahas pertemuan mendatang antara presiden AS sendiri dengan pemimpin Korea Utara," bunyi sebuah pernyataan.
Potensi pertemuan antara Trump dan Kim Jong-un adalah sebuah peristiwa bersejarah. Keduanya sempat terlibat perang kata-kata, saling ancam dan menghina, terkait pengembangan senjata nuklir Korut.
Namun momentum untuk diplomasi telah dibangun tahun ini setelah hubungan kedua negara Korea yang saling bersaing mencair. Pada bulan Maret, Trump tiba-tiba menerima tawaran pembicaraan dari Kim Jong-un setelah diktator Korut itu setuju untuk menangguhkan uji coba rudal nuklir dan balistiknya serta membahas "denuklirisasi."
Menurut Korsel, Jong-un mengatakan ia akan bersedia menyerahkan nuklirnya jika AS berkomitmen untuk mengakhiri secara resmi Perang Korea dan berjanji untuk tidak menyerang Pyongyang. Namun pernyataannya untuk melepaskan senjata nuklir yang telah menghabiskan waktu selama puluhan tahun masih belum jelas.
"Kami telah memiliki tanggal dan memiliki lokasi. Kami akan mengumumkannya segera," kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat ke Dallas seperti dikutip dari CBC, Sabtu (5/5/2018).
Awal pekan ini, Trump menyatakan preferensi untuk mengadakan "hajta besar" dengan Kim Jong-un di zona demiliterisasi antara kedua Korea, di mana pemimpin Korut itu bertemu dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in. Ia juga menyebut Singapura masuk dalam nominasi lokasi pertemuan pertama antara Presiden AS dan Pemimpin Korut.
Sebelumnya Gedung Putih mengumumkan pertemuan terpisah antara Trump dengan Presiden Korsel Moon Jae-in akhir bulan ini. Pasalnya, pemerintah AS mendorong kembali laporan bahwa Trump sedang mempertimbangkan penarikan pasukan AS dari Korsel.
"Trump dan Moon akan bertemu di Gedung Putih pada 22 Mei untuk melanjutkan koordinasi mereka pada perkembangan mengenai Semenanjung Korea setelah pertemuan Jumat lalu antara Moon dan Kim Jong-un. Mereka juga akan membahas pertemuan mendatang antara presiden AS sendiri dengan pemimpin Korea Utara," bunyi sebuah pernyataan.
Potensi pertemuan antara Trump dan Kim Jong-un adalah sebuah peristiwa bersejarah. Keduanya sempat terlibat perang kata-kata, saling ancam dan menghina, terkait pengembangan senjata nuklir Korut.
Namun momentum untuk diplomasi telah dibangun tahun ini setelah hubungan kedua negara Korea yang saling bersaing mencair. Pada bulan Maret, Trump tiba-tiba menerima tawaran pembicaraan dari Kim Jong-un setelah diktator Korut itu setuju untuk menangguhkan uji coba rudal nuklir dan balistiknya serta membahas "denuklirisasi."
Menurut Korsel, Jong-un mengatakan ia akan bersedia menyerahkan nuklirnya jika AS berkomitmen untuk mengakhiri secara resmi Perang Korea dan berjanji untuk tidak menyerang Pyongyang. Namun pernyataannya untuk melepaskan senjata nuklir yang telah menghabiskan waktu selama puluhan tahun masih belum jelas.
(ian)