AS Kecam Pembunuhan Wartawan Dunia, Kecuali oleh Tentara Israel

Sabtu, 05 Mei 2018 - 04:21 WIB
AS Kecam Pembunuhan...
AS Kecam Pembunuhan Wartawan Dunia, Kecuali oleh Tentara Israel
A A A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Hari Kebebasan Pers Internasional mengecam pembunuhan wartawan di berbagai dunia. Namun, kecaman itu tak berlaku pada tentara Israel yang membunuh jurnalis Palestina yang meliput demonstrasi di perbatasan Jalur Gaza.

Juru bicara departemen, Heather Nauert, menyampaikan kecaman atas serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, Senin lalu yang menewaskan banyak wartawan.

Dia kemudian mengutuk banyak pelanggaran hak wartawan di seluruh dunia, seperti yang terjadi di Myanmar, Mesir, Turki, Tanzania, Kamboja, Filipina, Malta, Meksiko, China dan Rusia. Menurut Nauert, semua dari wartawan yang dibunuh dan ditahan di negara-negara tersebut adalah korban dari pemerintah setempat yang menindas.

Setelah Nauert selesai dengan pidato pembukaan, seorang jurnalis tiba-tiba mengajukan pertanyaan tentang kasus pembunuhan wartawan Palestina di Gaza oleh tentara Israel.

"Apakah Anda juga mengutuk kematian wartawan baru-baru ini, jurnalis Palestina di Jalur Gaza?," tanya seorang wartawan kepada Nauert.

Diplomat AS itu menjawab, terlalu banyak wartawan yang tewas di seluruh dunia. Menurutnya, Departemen Luar Negeri tidak dapat menyebutkan semuanya.

"AS, tentu saja, selalu sedih dengan hilangnya nyawa," ujarnya. "Tetapi, Israel memiliki hak untuk membela diri," katanya, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (5/5/2018).

Data Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, sudah 45 orang tewas ditembak pasukan Israel saat demo "Kembali ke Tanah Kelahiran" di perbatasan Gaza dengan Israel. Dari 45 orang yang dibunuh itu, dua di antaranya wartawan yang sedang meliput demonstrasi.

Selain membunuh 45 orang di Gaza, pasukan Israel telah menyebabkan 6.000 orang terluka.

Ketika ditekan lebih lanjut soal sikap AS tentang pembunuhan wartawan oleh tentara Israel, Nauert mengklaim tidak ada informasi yang detail tentang setiap wartawan yang tewas atau terluka oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Diplomat Amerika itu justru meminta wartawan menanyakannya kepada pemerintah Israel.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Menurut Presiden Iran,...
Menurut Presiden Iran, Amerika Serikat Bersalah dalam Serangan Israel di Gaza
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
1 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
2 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
3 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
3 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved