Lagi, Israel Ancam Respons S-300 Rusia jika Jet Tempurnya Ditembak

Jum'at, 04 Mei 2018 - 00:57 WIB
Lagi, Israel Ancam Respons...
Lagi, Israel Ancam Respons S-300 Rusia jika Jet Tempurnya Ditembak
A A A
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman kembali mengancam akan merespons sistem rudal pertahanan udara S-300 Rusia jika digunakan Suriah untuk menembak jatuh pesawat jet tempur Tel Aviv. Dia menegaskan bahwa Tel Aviv tidak ingin berperang dengan Moskow.

"Kami tidak mencari konfrontasi dengan Rusia, dan sebaliknya, dalam beberapa tahun terakhir, dialog terbuka, jelas dan transparan telah dibuat dengan Rusia, baik ketika pendapat kami kompatibel dan tidak kompatibel," kata Lieberman dalam wawancaranya dengan surat kabar Kommersant, yang dikutip Kamis (3/5/2018) malam.

"Sejauh yang saya ketahui, (Presiden Suriah) Assad adalah penjahat perang, yang bertanggung jawab atas kematian lebih dari setengah juta warga negaranya. Tapi kita tidak akan ikut campur dalam urusan internal Suriah. Apa yang tidak akan kita toleransi adalah upaya Iran untuk mengubah Suriah menjadi sebuah pos terdepan melawan Israel. Setiap upaya oleh Iran untuk membangun dirinya di Suriah akan digagalkan," ujar Lieberman.

"Jika Assad tidak campur tangan—akan sangat bijaksana baginya untuk tidak, karena kami tidak berencana untuk ikut campur dalam urusan internal Suriah. Jika pasukannya, sistem pertahanan udara, melepaskan tembakan ke arah kami—kami akan menembaki mereka," lanjut dia.

Baca: Israel Ancam Hancurkan S-300 Rusia jika Jet Tempurnya Ditembak

"Ada garis halus antara IDF (Pasukan Pertahanan Israel) dan pasukan militer Rusia di Suriah. Kami selalu mempertimbangkan kepentingan Rusia, dan berharap bahwa mereka akan mempertimbangkan kepentingan keamanan Israel," imbuh dia.

"Jika sistem S-300 tidak ditujukan kepada kami—itu satu hal. Jika sistem ini melepaskan tembakan terhadap pesawat kami, kami pasti akan merespons," papar Lieberman. Ancaman senada pernah dilontarkan Menteri Pertahanan Israel ini pada 24 April lalu.

Bom Nuklir Iran

Lieberman dalam wawancara itu juga menjawab soal dokumen program pembuatan bom nuklir Iran yang dipresentasikan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu beberapa hari lalu. Dia menegaskan, arsip program senjata nuklir Teheran itu jelas sebagai bukti pelanggaran dari perjanjian yang disepakati antara Teheran dan enam negara kekuatan dunia pada 2015.

"Tidak diragukan lagi, ya. Dokumen yang dirilis benar-benar membuktikan bahwa Iran secara aktif bertindak tidak hanya untuk memperkaya uranium tetapi untuk membuat senjata nuklir. Mereka hanya sementara membekukan program untuk mendapatkan manfaat maksimal dari perjanjian tersebut sehingga mereka bisa melangkah nanti untuk membuat senjata nuklir. Selain itu, mereka membekukan produksi senjata nuklir sampai mereka bisa mendapatkan manfaat maksimal dari perjanjian tersebut," kata Lieberman.

Menurut laporan New York Times, arsip itu diperoleh berkat kerja agen mata-mata Mossad. Mata-mata Israel tersebut mencuri arsip yang diklaim mencapai setengah ton dari gudang rahasia di selatan Teheran dan diselundupkan ke Israel pada malam yang sama pada Januari 2016.

"Kami sedang berbicara tentang program nuklir Iran secara umum, bukan sekitar dua tahun, bukan 12, bukan 20 (tahun). Kita berbicara di sini tentang mengapa Iran membutuhkan uranium yang diperkaya, mengapa mereka membutuhkan program nuklir, ketika Iran memiliki cadangan minyak dan gas raksasa," papar Lieberman.

"Iran selalu mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan program nuklir sipil, tetapi sejak awal, itu bukan tujuannya. Program nuklir Iran tidak ditutup, itu hanya dibekukan, untuk mendapatkan manfaat maksimal darinya dan kemudian kembali ke sana."

"Perjanjian (nuklir Iran) ini harus diperlakukan seperti perjanjian Munich. Itu adalah rencana untuk Barat yang lelah kehilangan kekuatannya untuk perlawanan, kehilangan kemauan politiknya dan memutuskan guna menenangkan epidemi radikal Islam abad ke-21. Sama seperti yang mereka lakukan dengan Hitler, dan pada akhirnya mereka membayar harga yang sangat mahal. Pada akhirnya kita akan mendapatkan Iran dengan rudal nuklir. Dan untuk menghentikannya nanti, kami akan membayar harga yang jauh lebih tinggi," imbuh Lieberman.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Kecam Israel Bombardir...
Rusia Kecam Israel Bombardir Ibu Kota Suriah: Ini Tak Bisa Diterima!
Israel Serang Suriah,...
Israel Serang Suriah, Kedubes Iran di Damaskus Terancam
Rusia Desak Iran Singkirkan...
Rusia Desak Iran Singkirkan Milisinya dari Suriah Barat, Ini Alasannya
Israel Tembakkan Dua...
Israel Tembakkan Dua Rudal ke Selatan Damaskus, Satu Rudal Ditembak Jatuh
Serangan Israel di Suriah...
Serangan Israel di Suriah Hancurkan 1.000 Lebih Rudal Buatan Iran
Serangan Udara Israel...
Serangan Udara Israel Menghancurkan Konsulat Iran di Suriah, 7 Perwira Tinggi Iran Tewas
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
39 menit yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
1 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
3 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
4 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
4 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
5 jam yang lalu
Infografis
Sistem Rudal S-400 Rusia...
Sistem Rudal S-400 Rusia vs Jet Siluman F-35 AS, Siapa Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved