India Khawatir Warna Taj Mahal Berubah

Rabu, 02 Mei 2018 - 14:46 WIB
India Khawatir Warna...
India Khawatir Warna Taj Mahal Berubah
A A A
NEW DELHI - Mahkamah Agung India telah menginstruksikan pemerintah untuk mencari bantuan asing untuk memperbaiki Tah Mahal. Salah satu dari tujuh keajaiban dunia itu mengalami perubahan warna yang memicu kekhawatiran.

"Bahkan jika Anda memiliki keahlian, Anda tidak menggunakannya. Atau mungkin Anda tidak peduli," kata hakim pengadilan seperti dikutip dari BBC, Rabu (2/5/2018).

Pengadilan mengatakan istana terkenal itu, yang dibangun pada abad ke-17 dari marmer putih, telah berubah menjadi kuning dan sekarang berubah menjadi coklat serta hijau. Pencemaran, konstruksi dan kotoran serangga dikatakan menjadi salah satu penyebabnya.

Hakim Madan Lokur dan Deepak Gupta memeriksa foto-foto istana yang diajukan oleh pencinta lingkungan dan memerintahkan pemerintah India untuk mencari ahli dari dalam India dan luar negeri.

Pemerintah sebelumnya telah menutup ribuan pabrik dekat Taj Mahal, tetapi para aktivis mengatakan monumen yang berada di Agra itu masih kehilangan kemilaunya.

Limbah di Sungai Yamuna yang berada di samping istana telah menarik serangga. Serangga-serangga ini kemudian mengeluarkan kotoran di dinding istana, mengotorinya.

Taj Mahal dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan di kota Agra dan sekarang menjadi salah satu tempat wisata terkemuka di dunia. Istana ini menarik sebanyak 70.000 orang wisatawan setiap harinya.

Masalah kotoran bukan masalah baru. Beberapa kali selama dua dekade terakhir atau lebih dari itu marmer putih istana telah dilapisi lumpur sebagai upaya untuk membersihkannya. Namun ada kekhawatiran masalah ini memburuk.

Pemakaian lumpur terakhir dimulai pada bulan Januari. Para pekerja membersihkan kerak pada rangka, hingga memplester permukaannya dengan Fuller's earth, sebuah pasta lumpur yang menyerap kotoran, lemak, dan kotoran hewan.

Bayangkan sebuah topeng wajah raksasa, tapi ini adalah sebuah kubah istana.

Lumpur tersebut kemudian dibersihkan, mengangkat kotoran hewan dengan masker tersebut. Operasi pembersihan saat ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun ini.
(ian)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
32 menit yang lalu
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
1 jam yang lalu
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
1 jam yang lalu
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
2 jam yang lalu
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
11 jam yang lalu
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
12 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved