Pasukan Rezim Suriah Bentrok dengan Milisi Sekutu AS, 6 Tewas
Minggu, 29 April 2018 - 23:32 WIB
Pasukan Rezim Suriah Bentrok dengan Milisi Sekutu AS, 6 Tewas
A
A
A
DAMASKUS - Bentrokan langka terjadi pada Minggu (29/4/2018) antara pasukan rezim Suriah dengan milisi sekutu Amerika Serikat (AS) di bagian timur negara itu. Setidaknya enam anggota milisi tewas, kata Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah (SOHR).
Kantor berita negara SANA mengatakan tentara Suriah berhasi menguasai dan mengontrol empat desa dari Pasukan Demokrat Suriah yang didukung AS di provinsi Deir al-Zor, di mana aliansi pimpinan Kurdi telah memerangi kelompok ISIS.
Pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh SDF dan Rusia melakukan serangan paralel terhadap ISIS di provinsi yang kaya minyak itu. Namun kedua belah pihak sebagian besar telah menghindari pertemuan satu sama lain dan garis dekonfliksi telah ada untuk menghindari insiden tersebut.
Aliansi pimpinan Kurdi hadir di sisi timur Sungai Eufrat yang melintasi provinsi Deir al-Zor, sementara pasukan rezim menguasai wilayah di tepi barat sungai, termasuk Ibu Kota provinsi dengan nama yang sama.
"Tujuan rezim adalah untuk melindungi kota Deir al-Zor dengan mendorong kembali pejuang SDF dari wilayah timur dari Efrat," kata kepala Observatorium Rami Abdel Rahman seperti dikutip dari AFP.
Insiden antara kedua belah pihak telah terjadi di masa lalu. Pada bulan Februari, koalisi pimpinan AS yang mendukung SDF melakukan serangan udara di Deir al-Zor yang menewaskan sedikitnya 100 pejuang pro-rezim Suriah.
Washington mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas serangan terhadap personelnya sendiri dan pasukan SDF.
Pada bulan September tahun lalu, SDF menuduh Rusia membunuh salah satu pejuangnya dalam serangan terhadap fasilitas gas yang baru saja direbut kembali dari ISIS.
Kantor berita negara SANA mengatakan tentara Suriah berhasi menguasai dan mengontrol empat desa dari Pasukan Demokrat Suriah yang didukung AS di provinsi Deir al-Zor, di mana aliansi pimpinan Kurdi telah memerangi kelompok ISIS.
Pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh SDF dan Rusia melakukan serangan paralel terhadap ISIS di provinsi yang kaya minyak itu. Namun kedua belah pihak sebagian besar telah menghindari pertemuan satu sama lain dan garis dekonfliksi telah ada untuk menghindari insiden tersebut.
Aliansi pimpinan Kurdi hadir di sisi timur Sungai Eufrat yang melintasi provinsi Deir al-Zor, sementara pasukan rezim menguasai wilayah di tepi barat sungai, termasuk Ibu Kota provinsi dengan nama yang sama.
"Tujuan rezim adalah untuk melindungi kota Deir al-Zor dengan mendorong kembali pejuang SDF dari wilayah timur dari Efrat," kata kepala Observatorium Rami Abdel Rahman seperti dikutip dari AFP.
Insiden antara kedua belah pihak telah terjadi di masa lalu. Pada bulan Februari, koalisi pimpinan AS yang mendukung SDF melakukan serangan udara di Deir al-Zor yang menewaskan sedikitnya 100 pejuang pro-rezim Suriah.
Washington mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas serangan terhadap personelnya sendiri dan pasukan SDF.
Pada bulan September tahun lalu, SDF menuduh Rusia membunuh salah satu pejuangnya dalam serangan terhadap fasilitas gas yang baru saja direbut kembali dari ISIS.
(ian)