Milisi Diduga Habisi 40 Etnis Tuareg di Mali Utara

Minggu, 29 April 2018 - 05:40 WIB
Milisi Diduga Habisi...
Milisi Diduga Habisi 40 Etnis Tuareg di Mali Utara
A A A
BAMAKO - Milisi diduga telah membunuh 40 etnis Tuareg, kebanyakan pria muda, dalam dua serangan di wilayah Manaka, Mali Utara. Menurut gubernur setempat peristiwa itu tampaknya memicu konflik etnis antara Tuareg dan Fulani.

Gubernur Menaka, Daouda Maiga, mengatakan melalui telepon bahwa serangan itu terjadi di desa-desa terpencil gurun Awakassa pada hari Jumat dan di Anderanboucane, sehari sebelumnya.

"Yang tewas kebanyakan adalah pemuda, tidak ada wanita atau anak-anak, sebagian besar dari usia di mana mereka dapat membawa senjata," kata Maiga seperti dikutip dari Reuters, Minggu (29/1/2018).

Korban termasuk banyak anggota Gerakan Nasional milisi Tuareg untuk Keselamatan Azawad (MSA). "MSA memerangi kelompok-kelompok Islam, yang sebagian besar terdiri atas Fulani," terang Maiga.

“Jadi dua serangan ini adalah pembalasan terhadap mereka. Mereka ingin mengubah konflik menjadi sesuatu yang bersifat antar-komunal,” jelasnya.

Milisi Islam dipandang sebagai ancaman terbesar bagi keamanan di seluruh wilayah Sahel Afrika. Mereka telah terbukti mahir mengeksploitasi ketegangan lokal antara kelompok etnis untuk menabur perselisihan - seperti antara Tuareg yang kebanyakan berkulit lebih terang dan Fulani di atas konflik yang langka di Sahara.

Bajan Ag Hamatou, seorang legislator lokal, membenarkan serangan itu, seperti yang dilakukan walikota Kota Menaka, Nanout Kotia.

Kekerasan yang meningkat di Mali telah menimbulkan keraguan atas kelayakan pemilu yang dijadwalkan pada akhir Juli, di mana Presiden Ibrahim Boubacar Keita akan mencari masa jabatan kedua.

Milisi Sahara yang berafiliasi dengan ISIS aktif di wilayah Menaka yang berbatasan dengan Niger. Kelompok ini dipimpin oleh seorang Afrika utara berbahasa Arab yang disebut Adnan Abu Walid al-Sahrawi, tetapi sebagian besar pejuangnya adalah etnis Fulani.

Mali telah berada dalam kekacauan sejak pemberontak Tuareg dan Islamis menyapu padang pasirnya pada tahun 2012, meskipun ada intervensi Perancis untuk mendorong mereka kembali pada tahun berikutnya, dan kehadiran militer Perancis dan penjaga perdamaian PBB.
(ian)
Berita Terkait
Tuntut Presiden Mundur,...
Tuntut Presiden Mundur, Demonstran Duduki Stasiun TV Pemerintah Mali
Diduga Pemberontakan,...
Diduga Pemberontakan, Suara Tembakan Terdengar di Kamp Militer Mali
Sepuluh Tentara Mali...
Sepuluh Tentara Mali Tewas Setelah Disergap Militan
Tersangka Pelaku Penyerangan...
Tersangka Pelaku Penyerangan Presiden Mali Meninggal dalam Tahanan
Presiden Negara-negara...
Presiden Negara-negara Afrika Barat Akan Kunjungi Mali
Militer Mali Berjanji...
Militer Mali Berjanji Gelar Pemilu Pasca Lakukan Kudeta
Berita Terkini
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
44 menit yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
1 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
4 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
5 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
6 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
7 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved