Cari Bukti Serangan Kimia, Tim OPCW Sambangi Lokasi Kedua di Douma

Kamis, 26 April 2018 - 00:30 WIB
Cari Bukti Serangan...
Cari Bukti Serangan Kimia, Tim OPCW Sambangi Lokasi Kedua di Douma
A A A
DEN HAAG - Para ahli dari pengawas senjata kimia global, OPCW, mengunjungi situs kedua di kota Suriah, Douma pada Rabu (25/4/2018). Mereka tengah menyelidiki dugaan serangan gas beracun di kota itu pada awal bulan ini.

"Hari ini, tim FFM (misi pencari fakta) melakukan kunjungan ke lokasi kedua di Douma. Kunjungan itu juga untuk mengumpulkan sampel di situs ini," bunyi pernyataan OPCW yang dikutip dari AFP, Kamis (26/4/2018).

Ini adalah kunjungan kedua tim ke Douma setelah berhasil mendapatkan akses ke kota pada hari Sabtu lalu untuk pertama kalinya sejak dikirim ke Damaskus pada 14 April lalu. Misi itu datang di tengah kemarahan internasional atas gambar orang dewasa dan anak-anak yang tampaknya menderita akibat efek dari serangan senjata beracun.

Rekaman mengerikan dari serangan 7 April yang ngerikan itu mengejutkan dunia dan mendorong serangan Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap instalasi militer Suriah.

Bersamaan dengan sampel pertama yang diambil selama akhir pekan, semua bukti yang dikumpulkan di Douma akan dibawa kembali ke laboratorium OPCW di pinggiran Den Haag.

"Mereka akan dibagi dan dikirim untuk dianalisis oleh laboratorium yang ditunjuk OPCW," terang badan itu.

OPCW juga menegaskan bahwa para diplomat Rusia mengorganisir pertemuan pada hari ini di Den Haag untuk negara-negara anggota OPCW dan akan membawa beberapa warga Suriah untuk berbicara tentang insiden serangan kimia yang dilaporkan terjadi Douma.

Kedutaan Rusia di Belanda mengatakan dalam sebuah tweet bahwa pertemuan itu akan melibatkan saksi dari Suriah yang berada di video yang dipentaskan White Helmets, sebuah organisasi kemanusiaan yang terdiri dari sekitar 3.000 relawan yang bekerja di wilayah yang dikuasai pemberontak.

Pada 7 April, Masyarakat Medis Suriah dan White Helmets bersama-sama mengatakan puluhan orang tewas dalam serangan gas klorin beracun di Douma.

OPCW mengatakan telah mendesak delegasi Rusia untuk mengizinkan para ahlinya guna mewawancarai para saksi terlebih dahulu, dan mengadakan pertemuan begitu misi pencari fakta telah menyelesaikan pekerjaannya.

"Namun demikian, delegasi Rusia menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan pertemuan itu dan bahwa niatnya tidak mengganggu kerja FFM," pernyataan OPCW menambahkan.
(ian)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
51 menit yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
2 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
4 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
6 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
8 jam yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved