Trump dan Macron Soroti Nuklir Iran

Rabu, 25 April 2018 - 08:40 WIB
Trump dan Macron Soroti...
Trump dan Macron Soroti Nuklir Iran
A A A
MOUNT VERNON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron kemarin memulai pertemuan yang fokus membahas perdagangan dan kesepakatan nuklir Iran.

Saat Macron berada di AS, Iran mendorong para pemimpin Eropa meyakinkan Trump agar tidak keluar dari kesepakatan nuklir 2015 yang dibuat Teheran dan enam kekuatan dunia. Presiden Prancis juga menyatakan tidak ada “Rencana B” untuk membatasi ambisi nuklir Iran.

Macron tampaknya berupaya menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) karena Trump ingin keluar dari kesepakatan itu. “Kunjungan ini sangat penting dalam konteks kita sekarang, dengan sangat banyak ketidakpastian, masalah dan ancaman,” kata Macron saat tiba di Washington kemarin, dikutip kantor berita Reuters.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif menyeru para pemimpin Eropa mendukung kesepakatan itu. “Pilih semuanya atau tidak sama sekali. Para pemimpin Eropa harus mendorong Trump tidak hanya untuk tetap di dalam kesepakatan nuklir, tapi lebih penting mulai menerapkan bagiannya dalam niat baik,” tweet Zarif.

Kesepakatan itu tercapai dengan enam negara untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi. Beberapa menit setelah Macron tiba di AS, Gedung Putih menyatakan tidak ada pengumuman tentang kesepakatan Iran. “Presiden sudah sangat jelas bahwa dia pikir ini kesepakatan buruk. Itu tentu tidak berubah,” kata juru bicara Gedung Putin Sarah Sanders.

Macron menyatakan di "Fox News Sunday" bahwa lebih baik melindungi kesepakatan itu daripada mencabutnya. “Apakah ini kesepakatan sempurna dan JCPOA ini hal sempurna untuk hubungan kita dengan Iran? Tidak. Tapi untuk nuklir, apa yang Anda miliki sebagai opsi lebih baik? Saya tidak melihatnya,” ungkap Macron.

Meski Macron berupaya membangun hubungan dekat dengan Trump sejak dia menjabat Mei lalu, Macron tampaknya belum melihat hasil yang banyak pada berbagai isu.

Macron dan istrinya Brigitte, beberapa saat setelah tiba di kediaman Blair House, segera ke jalanan Washington, melintasi kompleks Gedung Putih ke Lincoln Memorial dan bertemu para turis. Macron membawa pohon oak untuk ditanam di South Lawn, Gedung Putih. Pohon itu berasal dari Hutan Belleau, lokasi pertempuran Perang Dunia I pada 1918, tempat 9.000 warga AS tewas.

Trump dan Macron menyekop tanah di atas pohon yang baru ditanam dan sejumlah kamera memotret. “Prancis negara yang sangat spesial. Ini kehormatan besar,” kata Trump.

Trump dan istrinya Melania, bersama Macron dan istrinya kemudian naik helikopter Marine One untuk makan malam di Mount Vernon, Virginia yang merupakan kediaman presiden pertama AS dan komandan Perang Revolusioner George Washington. Saat itu George Washington beraliansi dengan Prancis dalam perang yang menentukan kemenangan AS melawan Inggris.

Trump dan Macron menghabiskan waktu sekitar dua jam di Mount Vernon. “Kami memiliki makan malam hebat,” ujar Trump saat mereka naik helikopter untuk kembali ke Gedung Putih.

Pertemuan membahas isu penting dilakukan di Gedung Putih pada Selasa (24/4) waktu lokal. Macron kemudian berpidato di Kongres AS, bertepatan dengan ulang tahun saat Jenderal Prancis Charles de Gaulle berpidato pada sesi gabungan Kongres pada 1960.

Trump dan Macron memulai persahabatan mereka setahun lalu di Belgia dengan jabat tangan erat. Saat pemimpin Eropa lainnya menjaga jarak dari Trump, Macron berupaya keras mendekati presiden AS tersebut. Keduanya juga sering berbicara melalui telepon.

Macron juga ingin meyakinkan Trump untuk mengecualikan negara-negara Eropa dari kebijakan tarif logam yang diterapkan Trump untuk mengurangi defisit perdagangan kronis dengan negara-negara lain, terutama China.

Sementara, Rusia dan China juga meminta negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyepakati draf pernyataan untuk mendukung kesepakatan nuklir Iran. Langkah ini untuk menekan Trump agar tidak mundur dari kesepakatan itu.

Utusan kontrol senjata Rusia Vladimir Yermakov menejlaskan dalam konferensi non-proliferasi di Jenewa bahwa kesepakatan nuklir Iran rentan dan setiap upaya mengubahnya akan mempengaruhi rezim non-proliferasi global. “Kami menyeru mitra kami di tempat ini sekarang untuk tidak tetap diam dengan harapan situasi ini meledak sendiri, tapi mengambil langkah serius untuk menjaga JCPOA,” ujarnya. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
TV Iran Diretas, Muncul...
TV Iran Diretas, Muncul Pidato Trump dan Netanyahu
Donald Trump Menghina...
Donald Trump Menghina Iran: Pecundang Timur Tengah!
YouTube Siap Hapus Postingan...
YouTube Siap Hapus Postingan yang Mengejek Donald Trump
PM Netanyahu dan Donald...
PM Netanyahu dan Donald Trump Sepakat Bidik Iran
Tak Takut Trump, Iran...
Tak Takut Trump, Iran Malah Makin Rapat Tutup Selat Hormuz?
IRAN MELAWAN! Ketua...
IRAN MELAWAN! Ketua Parlemen Bantah Klaim Trump Soal Penyerahan Uranium!
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
53 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
2 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
2 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
3 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
3 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
4 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved