Copot Cadar, Wakil Menteri Saudi Dikecam Sekaligus Dipuji

Rabu, 18 April 2018 - 02:30 WIB
Copot Cadar, Wakil Menteri...
Copot Cadar, Wakil Menteri Saudi Dikecam Sekaligus Dipuji
A A A
RIYADH - Wakil Menteri Kerajaan Arab Saudi untuk Pendidikan Anak Perempuan Haya Al Awad mendapat kecaman publik di media sosial setelah mencopot cadarnya. Namun, dia mendapatkan banyak pembelaan dan pujian termasuk dari ulama atas penampilannya di depan publik.

Al Awad tidak berkomentar atas keputusannya mencopot busana yang hanya memperlihatkan bagian matanya. Beberapa pengguna media sosial mengecam dengan anggapan "tidak mengikuti tradisi agama dan sosial" di negaranya.

Namun, para ulama dan tokoh ternama Saudi okoh agama, memuji dan membelanya dengan alasan Al Awad tidak melakukan kesalahan apa pun atas penampilan barunya.

"Dr Haya Al Awad hidup sesuai dengan keyakinannya dalam kerangka pluralisme hukum yurisprudensi," kata Sulaiman Al Tareefi, seorang ulama Arab Saudi.

"Yurisprudensi kami telah memutuskan bahwa masalah ijtihad, penalaran independen yang bertentangan dengan imitasi, tidak dapat diberhentikan," lanjut Tareefi, seperti dikutip Gulf News, semalam (17/4/2018).

Saud Al Musaibeeh, konsultan media dan pendidikan, memuji wakil menteri tersebut karena mengadopsi sikap para ulama yang mengizinkan perempuan tidak menutupi wajah mereka.

"Dia mengikuti apa yang dia yakini benar terlepas dari apa yang harus dia tanggung dari orang-orang yang menentang pandangannya," katanya.

"Sayangnya, ada orang-orang yang ingin merebut setiap kesempatan untuk menyerang seorang pejabat wanita dan untuk menghasut publik terhadapnya. Orang-orang harus benar-benar berhati-hati tentang upaya subversi semacam itu yang dihasilkan oleh mereka yang bersembunyi di balik komputernya," lanjut Al Musaibeeh, mengacu pada para pengguna media sosial pengecam Al Awad.

Kritikus sastra Abdullah Al Ghadami mengatakan bahwa Al Awad telah mengikuti pandangan pemuka agama dan siapa pun yang menyerangnya akan melanggar hak-hak yurisprudensi.

Blogger di Saudi, Hatoon Qadhi, mengatakan bahwa meskipun Al Awad menjauh dari masalah yang terkait dengan hijab, niqab dan burka, dia merasa bahwa wakil menteri itu harus bergabung dalam debat publik setelah serangan verbal muncul terhadap seorang wanita terhormat yang memegang posisi tinggi di Kerajaan Arab Saudi.

"Dr Haya tidak membutuhkan siapa pun untuk membelanya, karena dia tidak melakukan kesalahan. Bahkan, saya berharap dia akan terus maju dan mengadili semua orang yang telah menyiksanya," tulis Qodhi.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
53 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved