Soal Serangan Kimia, Moskow: Rusia dan Suriah Korban

Jum'at, 13 April 2018 - 17:46 WIB
Soal Serangan Kimia,...
Soal Serangan Kimia, Moskow: Rusia dan Suriah Korban
A A A
JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengatakan negaranya dan Suriah adalah "korban" dalam kasus dugaan serangan senjata kimia.

Rusia dituduh oleh Inggris telah meracuni mantan agen ganda Sergei Skripal dengan agen syaraf Novichok. Sedangkan Suriah dituduh Barat membunuh warganya sendiri dengan senjata kimia di Douma.

Menurut Vorobieva, tidak ada untungnya bagi Rusia melakukan serangan terhadap Skripal. Terlebih kejadiannya hanya beberapa bulan menjelang pembukaan Piala Dunia.

Dia meyakini, kasus Skripal untuk merusak reputasi Rusia dan bisa mengganggu pegelaran Piala Dunia.

"Anda juga harus lihat dari kasus ini, siapa yang mengambil keuntungan. Untuk apa Rusia mengambil keuntungan dari kasus ini, hanya beberapa saat setelah Pemilu digelar atau sebelum Piala Dunia akan diselenggarakan. Kenapa kita melakukan itu? Ini sebenarnya absurd," kata Vorobieva pada Jumat (13/4/2018).

Kondisi serupa, kata dia, juga dialami pemerintah Suriah. Dia menyatakan, tidak ada untungnya bagi Suriah untuk melakukan serangan kimia terhadap warganya sendiri, terlebih menggunakan senjata kimia.

"Sama seperti Rusia, kenapa pemerintah Suriah justru dituduh menyerang warganya sendiri dengan senjata kimia. Kenapa mereka harus melakukan itu? Apa alasan dan motivasinya?," katanya.

"Jadi, baik itu Rusia maupun Suriah tidak mungkin mengambil keuntungan dari hal semacam ini. Pertanyaannya, siapa yang mengambil keuntungan dari kasus ini?" tanya Vorobieva.
(mas)
Berita Terkait
AS dan Inggris Bongkar...
AS dan Inggris Bongkar Metode Peretasan oleh Mata-mata Rusia
Rusia: Kacamata Pintar...
Rusia: Kacamata Pintar Facebook Bisa Jadi Alat Mata-mata Amerika Serikat
Ilmuwan Senjata Kimia...
Ilmuwan Senjata Kimia Rezim Suriah Diduga Jadi Mata-mata CIA
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Rusia Tolak Ultimatum...
Rusia Tolak Ultimatum AS Soal Perjanjian Mata-mata Open Skies
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
45 menit yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
4 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
5 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
6 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
7 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
8 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved