Gedung Putih: Belum Ada Keputusan Final Gempur Suriah

Jum'at, 13 April 2018 - 06:57 WIB
Gedung Putih: Belum...
Gedung Putih: Belum Ada Keputusan Final Gempur Suriah
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum membuat keputusan tentang bagaiman menanggapi serangan kimia di Suriah dan masih menunggu informasi intelijen. Hal tersebut diungkapkan juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam sebuah pernyataan.

"Presiden Trump baru saja menyelesaikan pertemuan dengan tim Keamanan Nasionalnya untuk membahas situasi di Suriah," kata Sanders.

"Belum ada keputusan akhir yang dibuat. Kami terus menilai infromasi intelijen dan terlibat dalam percakapan dengan mitra dan sekutu kami," sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (13/4/2018).

Sebelumnya, dalam cuitannya, Trump membantah pernah mengatakan akan menyerang Suriah sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan kimia. Serangan itu bisa cepat, bisa juga lambat.

Baca: Soal Serangan ke Suriah, Trump: Bisa Cepat, Bisa Lambat

Tweet itu jelas berbeda dari pesan lain yang dikeluarkan Trump melalui Twitter sehari sebelumnya di mana dia mengatakan Rusia harus bersiap-siap untuk rudal baru dan "pintar" yang akan datang ke Suriah. Presiden AS juga mengkritik Rusia karena bermitra dengan "hewan" mengacu pada Presiden Suriah Bashar Assad.

Baca: Trump: Bersiaplah Rusia, Rudal akan Datang di Suriah!

Pada hari Sabtu, beberapa portal berita online oposisi Suriah melaporkan - mengutip militan - bahwa pasukan pemerintah Suriah menggunakan gas klorin di kota Douma dan menewaskan hingga 70 orang.

Pemerintah Suriah membantah bahwa mereka menggunakan senjata kimia, mengatakan serangan itu didramatisir oleh kelompok pejuang Jaish al-Islam untuk dijadikan dalih bagi kemungkinan intervensi eksternal di Suriah.

Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah pada hari Minggu secara tegas membantah laporan tentang serangan senjata kimia di Douma. Perwakilan Pusat mengunjungi tempat dugaan serangan dan mempertanyakan dokter lokal, yang mengatakan bahwa mereka tidak menerima individu dengan gejala keracunan kimia.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
11 menit yang lalu
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
41 menit yang lalu
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
54 menit yang lalu
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
1 jam yang lalu
Akankah Strategi Houthi...
Akankah Strategi Houthi Meniru Kendali Iran atas Selat Hormuz di Laut Merah Bisa Berhasil?
2 jam yang lalu
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
2 jam yang lalu
Infografis
Sidang Kabinet di IKN,...
Sidang Kabinet di IKN, Jokowi: Kalau Kursinya Belum Ada, Gimana Duduk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved