Soal Aksi Militer terhadap Suriah, Inggris Belum Ambil Keputusan
Jum'at, 13 April 2018 - 06:17 WIB
Soal Aksi Militer terhadap Suriah, Inggris Belum Ambil Keputusan
A
A
A
LONDON - Kabinet Inggris sepakat untuk mengambil tindakan yang tidak ditentukan terhadap rezim Suriah guna menghentikan penggunaan senjata kimia. Meski begitu, kabinet Inggris belum memutuskan soal aksi militer terhadap Suriah.
"Kabinet menyetujui perlunya mengambil tindakan untuk mengurangi tekanan kemanusiaan dan menghalangi penggunaan lebih lanjut senjata kimia oleh rezim Assad," kata juru bicara Perdana Menteri Inggris dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/4/2018).
Para menteri juga sepakat bahwa May harus terus bekerja sama dengan AS dan Prancis untuk mendapatkan jawaban yang benar.
Meski begitu, pernyataan tersebut tidak membuat referensi khusus untuk aksi militer.
Sebelumnya May dikabarkan siap memberikan lampu hijau bagi Inggris untuk ambil bagian dalam tindakan yang dipimpin AS tanpa meminta persetujuan parlemen terlebih dahulu. Namun, juru bicara Downing Street berulang kali menolak untuk mengomentari laporan itu.
"Serangan senjata kimia yang terjadi pada Sabtu di Douma di Suriah adalah tindakan yang mengejutkan dan biadab," kata May kepada wartawan, Rabu.
"Semua indikasi menunjukkan bahwa rezim Suriah bertanggung jawab," imbuhnya.
Baca: Inggris Sebut Rezim Assad Dalang Serangan Kimia di Douma
Ketegangan meningkat setelah diduga terjadi serangan menggunakan senjata kimia di Douma, Ghouta timur, Suriah. Douma adalah daerah kantong terakhir kelompok pejuang Suriah di Ghouta timur.
Serangan itu pertama kali dilaporkan oleh kelompok pejuang Suriah Jaish al-Islam pada hari Sabtu. Para pengawas dengan pengawas senjata kimia global, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, akan menyelidiki insiden itu.
"Kabinet menyetujui perlunya mengambil tindakan untuk mengurangi tekanan kemanusiaan dan menghalangi penggunaan lebih lanjut senjata kimia oleh rezim Assad," kata juru bicara Perdana Menteri Inggris dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/4/2018).
Para menteri juga sepakat bahwa May harus terus bekerja sama dengan AS dan Prancis untuk mendapatkan jawaban yang benar.
Meski begitu, pernyataan tersebut tidak membuat referensi khusus untuk aksi militer.
Sebelumnya May dikabarkan siap memberikan lampu hijau bagi Inggris untuk ambil bagian dalam tindakan yang dipimpin AS tanpa meminta persetujuan parlemen terlebih dahulu. Namun, juru bicara Downing Street berulang kali menolak untuk mengomentari laporan itu.
"Serangan senjata kimia yang terjadi pada Sabtu di Douma di Suriah adalah tindakan yang mengejutkan dan biadab," kata May kepada wartawan, Rabu.
"Semua indikasi menunjukkan bahwa rezim Suriah bertanggung jawab," imbuhnya.
Baca: Inggris Sebut Rezim Assad Dalang Serangan Kimia di Douma
Ketegangan meningkat setelah diduga terjadi serangan menggunakan senjata kimia di Douma, Ghouta timur, Suriah. Douma adalah daerah kantong terakhir kelompok pejuang Suriah di Ghouta timur.
Serangan itu pertama kali dilaporkan oleh kelompok pejuang Suriah Jaish al-Islam pada hari Sabtu. Para pengawas dengan pengawas senjata kimia global, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, akan menyelidiki insiden itu.
(ian)