Yakin Ada Serangan Kimia di Douma, AS Kumpulkan Bukti

Jum'at, 13 April 2018 - 05:47 WIB
Yakin Ada Serangan Kimia...
Yakin Ada Serangan Kimia di Douma, AS Kumpulkan Bukti
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Jim Mattis, meyakini ada serangan senjata kimia di Suriah. Ia menambahkan AS menginginkan agar inspektur segera diterjukan ke lokasi karena pekerjaan mengumpulkan bukti menjadi lebih sulit seiring berjalannya waktu.

Hal itu diungkapkan Mattis kepada Komite Bersenjata DPR AS.

"Saya percaya ada serangan kimia dan kami mencari bukti yang sebenarnya," kata Mattis kepada anggota parlemen, menambahkan dia ingin inspektur berada di Suriah dalam waktu seminggu.

"Karena setiap hari berlalu - seperti yang Anda tahu, itu adalah gas yang tidak selalu ada terus-menerus - jadi ini menjadi semakin sulit untuk memastikannya," terangnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/4/2018).

Dalam kesempatan itu, Mattis menolak untuk membahas rencana militer AS di Suriah.

Meski begitu, ia mengakui dua keprihatinan utama ketika Washington mempertimbangkan tindakan potensial terhadap pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad: melindungi warga sipil dan menghindari memicu eskalasi militer yang "tidak terkendali."

Mattis juga menuduh Rusia terlibat dalam penyimpanan senjata kimia Suriah, meskipun ada kesepakatan 2013 yang mengharuskan Suriah untuk meninggalkan senjata pemusnah massal itu dan Moskow membantu sebagai perantaranya.

Dia mencatat bahwa pendahulu Trump, Barack Obama, berusaha mengatasi penggunaan senjata kimia Suriah dengan menyerang kesepakatan itu - yang mencegah tindakan militer AS terhadap Suriah.

"Dengan demikian, Obama meminta Rusia, yang sekarang, menunjukkan, terlibat di Suriah mempertahankan senjata-senjata - Assad mempertahankan mereka," cetus Mattis.

"Dan satu-satunya alasan Assad masih berkuasa adalah karena veto Rusia yang disesalkan AS, dan Rusia serta militer Iran," tukasnya.

Kekhawatiran konfrontasi antara Rusia dan Barat meninggi sejak Presiden AS Donald Trump mengatakan rudal "akan datang" setelah dugaan serangan senjata kimia di kota Douma pada 7 April. Ia pun mencerca Moskow karena berdiri bersama Assad.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
13 menit yang lalu
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
43 menit yang lalu
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
56 menit yang lalu
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
1 jam yang lalu
Akankah Strategi Houthi...
Akankah Strategi Houthi Meniru Kendali Iran atas Selat Hormuz di Laut Merah Bisa Berhasil?
2 jam yang lalu
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved