Kapal Perang Rusia Wira-wiri di Suriah 'Menunggu' Kapal Induk AS

Kamis, 12 April 2018 - 17:12 WIB
Kapal Perang Rusia Wira-wiri...
Kapal Perang Rusia Wira-wiri di Suriah 'Menunggu' Kapal Induk AS
A A A
TEL AVIV - Operator satelit Israel, iSi, merilis gambar aksi wira-wirai sejumlah kapal perang dan kapal selam Rusia di sekitar pangkalan Tartus, Suriah. Kapal-kapal itu sibuk di saat rombongan kapal induk Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang menuju perairan Suriah setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang rezim Damaskus.

Kementerian Pertahanan Rusia enggan mengomentari citra satelit Israel tersebut.

Sekadar diketahui, operator satelit iSi sebelumnya telah merilis foto-foto jet tempur generasi kelima terbaru Rusia, Su-57, yang diam-diam diuji coba di wilayah udara Suriah beberapa waktu lalu.

Belum jelas apakah beberapa kapal perang dan kapal selam Moskow itu wira-wiri untuk latihan atau memang patroli rutin.

Perusahaan satelit tersebut mengklaim bahwa kapal-kapal Rusia sekarang disiagakan di perairan Suriah yang kemungkinan untuk mengantisipasi terjadinya serangan udara dari AS dan sekutunya terhadap rezim Suriah.

Operator iSi, seperti dikutip Sputnik, Kamis (12/4/2018), mengidentifikasi kapal-kapal yang terpantau satelit tersebut antara lain kapal perang Admiral Grigorovich, kapal Ropucha dan dua kapal selam Kilo-class. Ada juga beberapa kapal lain yang belum diidentifikasi.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, telah mengumumkan bahwa Presiden AS Donald Trump mencatat Moskow dan Damaskus bertanggung jawab atas serangan senjata kimia di Kota Douma, Suriah, yang dilaporkan menewaskan hingga 70 orang.

Angkatan Laut AS juga mengumumkan bahwa kapal induk USS Harry S Truman dengan rombongan kapal perang seperti USS Normandy, USS Arleigh Burke, USS Bulkeley, USS Forrest Sherman dan USS Farragut, sedang dikirim ke Timur Tengah. Dua lagi kapal perusak, USS Jason Dunham dan USS The Sullivan, juga akan menyusul bergabung rombongan kapal penyerang tersebut.

Rusia dan Suriah telah menepis tuduhan bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad melakukan serangan senjata kimia di Douma. Menurut Moskow serangan itu dibuat LSM White Helmets dan kelompok Jaish al-Islam yang didukung Barat dengan tujuan agar negara-negara Barat menyerang rezim Damaskus.

Berbeda dengan Presiden Trump yang telah mengumbar retorika serangan militer terhadap rezim Suriah, Pentagon masih menunggu laporan intelijen soal kebenaran tuduhan serangan kimia di Douma.

Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) juga sedang dalam perjalanan ke Douma untuk melakukan penyelidikan.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
1 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
2 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
3 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
4 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
5 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
6 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved