Prospek Serangan AS ke Suriah Bikin Israel Khawatir
Rabu, 11 April 2018 - 23:01 WIB
Prospek Serangan AS ke Suriah Bikin Israel Khawatir
A
A
A
TEL AVIV - Israel mengadakan konsultasi keamanan tingkat atas. Negara Zionis ini khawatir menjadi sasaran serangan Suriah atau Iran jika Amerika Serikat (AS) menyerang pasukan Damaskus atas dugaan serangan gas beracun.
Seorang anggota kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pakar urusan strategis Israel meragukan Presiden Suriah Bashar al-Assad akan mengambil risiko terlibat konflik langsung dengan Israel. Assad sendiri telah terlibat dalam perang saudara yang berlarut-larut.
Namun Israel menyimpan kekhawatiran serius terhadap Iran yang menanggapi serangan terhadap sebuah pangkalan udara Suriah. Damaskus, Teheran, dan Moskow telah menuding negara Zionis itu dalang serangan tersebut.
Tujuh personel militer Iran tewas di fasilitas T-4, kantor berita Tasnim Iran melaporkan. Israel tidak membenarkan atau membantah melakukan serangan itu.
Namun Israel berjanji tidak akan mengizinkan Iran, yang sekutunya bersekutu dengan milisi Syiah untuk mendukung Assad, untuk membangun pijakan militer di Suriah. Israel juga telah melakukan sejumlah serangan terhadap konvoi senjata mencurigakan yang diyakini ditujukan untuk kelompok Hezbollah Lebanon.
Netanyahu, Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman, kepala angkatan bersenjata Israel dan kepala intelijen militer bertemu pada hari Rabu (11/4/2018) sebelum sesi kabinet keamanan berlangsung, kata pejabat pemerintah.
“Kami harus siap untuk skenario apa pun. Iran adalah musuh yang berbahaya dan serius yang seharusnya tidak diremehkan,” kata Zeev Elkin, seorang anggota forum keamanan, di Radio Angkatan Darat sebelum bersidang.
“Saya tidak akan masuk ke rincian operasional, tetapi kami terus berhubungan dengan Amerika. Mereka adalah mitra strategis kami, dan perusahaan pertahanan kami selalu berhubungan dengan mereka,” tambah Elkin seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump memperingatkan Rusia untuk bersiap-siap setelah Moskow bersumpah akan menembak jatuh setiap rudal Washington yang ditembakkan ke Suriah.
"Rusia bersumpah akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, bagus, baru dan 'pintar'!," tulis Trump melalui akun Twitter-nya.
Tweeet Presiden Trump ini sebagai balasan atas pernyataan Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasypkin, yang memperingatkan Washington untuk tidak menyerang Suriah karena akan direspons oleh militer Moskow.
Baca: Dubes Rusia: Setiap Rudal AS yang Serang Suriah akan Ditembak Jatuh
Seorang anggota kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pakar urusan strategis Israel meragukan Presiden Suriah Bashar al-Assad akan mengambil risiko terlibat konflik langsung dengan Israel. Assad sendiri telah terlibat dalam perang saudara yang berlarut-larut.
Namun Israel menyimpan kekhawatiran serius terhadap Iran yang menanggapi serangan terhadap sebuah pangkalan udara Suriah. Damaskus, Teheran, dan Moskow telah menuding negara Zionis itu dalang serangan tersebut.
Tujuh personel militer Iran tewas di fasilitas T-4, kantor berita Tasnim Iran melaporkan. Israel tidak membenarkan atau membantah melakukan serangan itu.
Namun Israel berjanji tidak akan mengizinkan Iran, yang sekutunya bersekutu dengan milisi Syiah untuk mendukung Assad, untuk membangun pijakan militer di Suriah. Israel juga telah melakukan sejumlah serangan terhadap konvoi senjata mencurigakan yang diyakini ditujukan untuk kelompok Hezbollah Lebanon.
Netanyahu, Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman, kepala angkatan bersenjata Israel dan kepala intelijen militer bertemu pada hari Rabu (11/4/2018) sebelum sesi kabinet keamanan berlangsung, kata pejabat pemerintah.
“Kami harus siap untuk skenario apa pun. Iran adalah musuh yang berbahaya dan serius yang seharusnya tidak diremehkan,” kata Zeev Elkin, seorang anggota forum keamanan, di Radio Angkatan Darat sebelum bersidang.
“Saya tidak akan masuk ke rincian operasional, tetapi kami terus berhubungan dengan Amerika. Mereka adalah mitra strategis kami, dan perusahaan pertahanan kami selalu berhubungan dengan mereka,” tambah Elkin seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump memperingatkan Rusia untuk bersiap-siap setelah Moskow bersumpah akan menembak jatuh setiap rudal Washington yang ditembakkan ke Suriah.
"Rusia bersumpah akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, bagus, baru dan 'pintar'!," tulis Trump melalui akun Twitter-nya.
Tweeet Presiden Trump ini sebagai balasan atas pernyataan Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasypkin, yang memperingatkan Washington untuk tidak menyerang Suriah karena akan direspons oleh militer Moskow.
Baca: Dubes Rusia: Setiap Rudal AS yang Serang Suriah akan Ditembak Jatuh
(ian)