Eksekusi 10 Pria Muslim Rohingya, 7 Tentara Myanmar Dibui 10 Tahun

Rabu, 11 April 2018 - 13:22 WIB
Eksekusi 10 Pria Muslim...
Eksekusi 10 Pria Muslim Rohingya, 7 Tentara Myanmar Dibui 10 Tahun
A A A
YANGON - Tujuh tentara Myanmar telah dijatuhi hukuman penjara 10 tahun termasuk menjalani hukuman kerja paksa. Hukuman dijatuhkan atas tuduhan terlibat dalam eksekusi mati 10 pria Muslim Rohingya pada tahun lalu.

Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing mengumumkan hukuman terhadap tujuh tentara itu melalui sebuah posting di Facebook pada Selasa malam.

Pembunuhan di luar hukum itu terjadi di Desa Inn Din pada 2 September 2017. Eksekusi ini merupakan satu-satunya kekejaman yang diakui militer negara tersebut selama kekerasan terjadi negara bagian Rakhine utara.

Kekerasan selama operasi militer sejak Agustus tahun lalu telah membuat sekitar 700.000 warga Rohingya eksodus ke Bangladesh.

Baca: Foto Reuters Buktikan Pembantaian Rohingya di Myanmar Nyata

Dua wartawan Reuters, yang merupakan warga Wa Lone, 31, dan Kyaw Soe Oo, 27, sedang menyelidiki pembantaian itu ketika mereka ditangkap pada bulan Desember 2017 di pinggiran Yangon. Kedua jurnalis ini dituduh memiliki dokumen rahasia yang membuat mereka terancam hukuman penjara 14 tahun jika terbukti bersalah.

Sebulan setelah penahanan mereka, militer mengeluarkan pernyataan berupa pengakuan kesalahan beberapa pasukan keamanannnya. Militer Myanmar berjanji akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab.

"Empat perwira telah 'dibersihkan' (dari militer) dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dengan menjalani kerja paksa. Tiga tentara lainnya 'dibersihkan' dan dihukum 10 tahun penjara dengan menjalani kerja paksa di penjara kriminal," bunyi pernyataan Jenderal Min Aung Hlaing, seperti dikutip AFP, Rabu (11/4/2018).

Pengadilan terhadap tujuh tentara itu berlangsung tertutup dan mengabaikan seruan internasional untuk dilakukan penyelidikan independen.

Penangkapan jurnalis Reuters telah memprovokasi kemarahan global, di mana otoritas Myanmar didesak untuk membebaskan mereka.

Laporan dua jurnalis itulah yang mengungkap eksekusi 10 pria Muslim Rohingya. Data investigasi mereka berasal dari kesaksian dari penduduk desa etnis Buddha Rakhine, petugas keamanan dan kerabat orang-orang yang dibunuh. Laporan jurnalistik mereka menceritakan bagaimana pasukan Myanmar dan warga Buddha mengeksekusi 10 korban sebelum jasad mereka dibuang ke kuburan massal.

Laporan itu disertau foto-foto korban, di mana para korban diikat di tangan, berlutut di tanah sebelum eksekusi. Ada juga foto tentang keberadaan jasad para korban di sebuah lubang.

Pemimpin de factor Myanmar Aung San Suu Kyi menyambut pengakuan militer itu sebagai "langkah positif".

Militer negara itu memiliki catatan pelanggaran HAM yang kejam selama 50 tahun berkuasa.

Amnesty International menyebut rangkuman pembunuhan di Desa Inn Din sebagai "puncak gunung es" dalam hal kekejaman yang dilakukan militer sejak Agustus lalu. Kelompok HAM ini sudah berulang kali mendesak dilakukannya penyelidikan yang lebih luas dan tidak memihak.
(mas)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
1 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
2 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
2 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
2 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
3 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penduduknya...
10 Negara Penduduknya Paling Bahagia di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved