Sniper Israel Bersorak saat Tembak Pria Palestina, Ini Videonya
Selasa, 10 April 2018 - 09:29 WIB
Sniper Israel Bersorak saat Tembak Pria Palestina, Ini Videonya
A
A
A
GAZA - Militer Israel sedang menyelidiki sebuah video yang menunjukkan para sniper (penembak runduk) IDF bersorak saat salah satu dari mereka menembak seorang pria Palestina yang mendekati pagar keamanan Gaza. Video itu beredar via WhatsApp sejak Senin kemarin.
Video aksi tak patut para sniper Israel itu diduga direkam melalui ruang sempit atau mungkin teropong.
Para serdadu Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terdengar mendiskusikan penembakan tersebut.
Dalam video terlihat seorang pria Palestina tanpa senjata ditembak dan jatuh ke tanah. Korban tidak melempar batu atau bom molotov ke pagar keamanan maupun ke arah pasukan Israel di lokasi lain.
Belum jelas kapan aksi itu direkam dan lokasi kejadiannya. Ketika ditanya tentang video tersebut, IDF mengatakan bahwa mereka sedang mencari tahu masalahnya.
Pada Senin malam, IDF mengklaim insiden itu terjadi beberapa bulan yang lalu. "Berkaitan dengan video yang beredar saat ini, peristiwa yang digambarkan rupanya terjadi beberapa bulan yang lalu. Insiden ini sedang ditinjau dan akan diselidiki secara menyeluruh," bunyi pernyataan IDF, seperti dikutip Reuters, Selasa (10/4/2018).
Di video itu, seorang komandan IDF terdengar melontarkan pertanyaan kepada anak buahnya. "Saat dia (pria Palestina) berhenti, Anda menjatuhkannya. Apakah Anda memiliki peluru? Apakah Anda (terlatih menembak) terhadapnya?," tanya komandan tersebut.
Sniper itu mengatakan bahwa dia tidak bisa menembak karena tembakannya terhalang oleh gulungan kawat berduri di sepanjang pagar keamanan.
Namun, pada satu kesempatan, salah satu sniper mengatakan bahwa dia siap untuk menembak, tetapi komandannya menyuruhnya untuk menunggu. "Ada anak kecil," kata sang komandan.
Perekam aksi sniper itu ternyata kru IDF sendiri. Dia menelepon seorang teman sesaat sebelum suara tembakan terdengar dan pria Palestina terlihat mengerang tak berdaya di tanah.
"Whoa! Video apa itu! Iya ni! Dasar bajingan. Video apa itu! Lihatlah mereka berlari untuk mengevakuasi dia," kata seorang tentara Israel dalam bahasa Ibrani di video tersebut.
"Tentu saja saya memfilmkannya," balas tentara yang merekam video tersebut.
Seorang tentara lainnya kemudian terdengar berkata, “Whoa, (dia) menghantam kepalanya."
Ketika sekelompok pria Palestina terlihat membawa korban yang ditembak tersebut pergi, perekam video itu berujar; "Ini video legendaris."
Rekaman visual ini diputar di berbagai stasiun televisi pada Senin malam.
Ayman Odeh, Ketua Partai Joint List Arab, mengecam insiden itu. Politisi Israel ini menyerukan serdadu yang merekamnya diadili.
“Video yang mengerikan. Seruan kegembiraan saat mengambil nyawa dan apa yang tampaknya sebagai eksekusi seseorang yang tidak mengancam siapa pun," tulis Odeh di Twitter.
Kasus ini mencuat saat IDF jadi sorotan masyarakat internasional setelah membunuh sekitar 30 warga Palestina selama demonstrasi "The Great Return" digelar di perbatasan Gaza sejak pekan lalu.
Video aksi tak patut para sniper Israel itu diduga direkam melalui ruang sempit atau mungkin teropong.
Para serdadu Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terdengar mendiskusikan penembakan tersebut.
Dalam video terlihat seorang pria Palestina tanpa senjata ditembak dan jatuh ke tanah. Korban tidak melempar batu atau bom molotov ke pagar keamanan maupun ke arah pasukan Israel di lokasi lain.
Belum jelas kapan aksi itu direkam dan lokasi kejadiannya. Ketika ditanya tentang video tersebut, IDF mengatakan bahwa mereka sedang mencari tahu masalahnya.
Pada Senin malam, IDF mengklaim insiden itu terjadi beberapa bulan yang lalu. "Berkaitan dengan video yang beredar saat ini, peristiwa yang digambarkan rupanya terjadi beberapa bulan yang lalu. Insiden ini sedang ditinjau dan akan diselidiki secara menyeluruh," bunyi pernyataan IDF, seperti dikutip Reuters, Selasa (10/4/2018).
Di video itu, seorang komandan IDF terdengar melontarkan pertanyaan kepada anak buahnya. "Saat dia (pria Palestina) berhenti, Anda menjatuhkannya. Apakah Anda memiliki peluru? Apakah Anda (terlatih menembak) terhadapnya?," tanya komandan tersebut.
Sniper itu mengatakan bahwa dia tidak bisa menembak karena tembakannya terhalang oleh gulungan kawat berduri di sepanjang pagar keamanan.
Namun, pada satu kesempatan, salah satu sniper mengatakan bahwa dia siap untuk menembak, tetapi komandannya menyuruhnya untuk menunggu. "Ada anak kecil," kata sang komandan.
Perekam aksi sniper itu ternyata kru IDF sendiri. Dia menelepon seorang teman sesaat sebelum suara tembakan terdengar dan pria Palestina terlihat mengerang tak berdaya di tanah.
"Whoa! Video apa itu! Iya ni! Dasar bajingan. Video apa itu! Lihatlah mereka berlari untuk mengevakuasi dia," kata seorang tentara Israel dalam bahasa Ibrani di video tersebut.
"Tentu saja saya memfilmkannya," balas tentara yang merekam video tersebut.
Seorang tentara lainnya kemudian terdengar berkata, “Whoa, (dia) menghantam kepalanya."
Ketika sekelompok pria Palestina terlihat membawa korban yang ditembak tersebut pergi, perekam video itu berujar; "Ini video legendaris."
Rekaman visual ini diputar di berbagai stasiun televisi pada Senin malam.
Ayman Odeh, Ketua Partai Joint List Arab, mengecam insiden itu. Politisi Israel ini menyerukan serdadu yang merekamnya diadili.
“Video yang mengerikan. Seruan kegembiraan saat mengambil nyawa dan apa yang tampaknya sebagai eksekusi seseorang yang tidak mengancam siapa pun," tulis Odeh di Twitter.
Kasus ini mencuat saat IDF jadi sorotan masyarakat internasional setelah membunuh sekitar 30 warga Palestina selama demonstrasi "The Great Return" digelar di perbatasan Gaza sejak pekan lalu.
(mas)