Iran: AS akan Menyesal jika Tarik Diri dari Kesepakatan Nuklir

Senin, 09 April 2018 - 16:10 WIB
Iran: AS akan Menyesal...
Iran: AS akan Menyesal jika Tarik Diri dari Kesepakatan Nuklir
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan Presiden Donald Trump tentang konsekuensinya jika Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir Teheran. Menurutnya, respons Teheran akan lebih kuat dari apa yang dipikirkan Trump.

Kesepakatan yang dikenal sebagai "Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)" disepakati antara Iran dan lima negara kekuatan dunia—Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China, pada Mei 2015.

Dalam JCPOA tersebut, Teheran bersedia mengekang program nuklirnya. Sebagai imbalannya, sanksi atau embargo terhadap Teheran dicabut.

Namun, sejak menang pemilu dan menjadi presiden AS tahun 2017, Trump ingin membuat Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir tersebut. Opsi lain yang diminta Trump adalah meralat poin-poin kesepakatan.

Teheran tentu saja menolak seruan Trump. Terlebih, kesepakatan itu sudah mengikat dan menjadi perjanjian kolektif, bukan hanya ditentukan satu negara scara sepihak.

"Presiden baru AS—yang memiliki klaim besar dan banyak naik-turun dalam kata-kata dan tindakannya—telah mencoba selama 15 bulan untuk mematahkan JCPOA, tetapi struktur JCPOA begitu kuat sehingga belum terguncang oleh gempa seperti itu," kata Presiden Rouhani dalam pidato di stasiun televisi pemerintah.

"Iran tidak akan melanggar kesepakatan nuklir, tetapi jika Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan itu, mereka pasti akan menyesalinya. Tanggapan kami akan lebih kuat dari apa yang mereka bayangkan dan mereka akan melihatnya dalam waktu seminggu," lanjut Rouhani, seperti dikutip Reuters, Senin (9/3/2018).

Teheran telah mengancam akan meningkatkan program nuklirnya jika JCOPA runtuh. Tak tanggung-tanggung, peningkatan program nuklir diklaim akan jauh lebih pesat jika JCOPA benar-benar dibatalkan.

Pidato Rouhani disampaikan saat Teheran menandai Hari Teknologi Nuklir Nasional dan meluncurkan apa yang dia sebut sebagai "pencapaian nuklir terakhir", yakni baterai nuklir dan sentrifugal untuk industri minyak.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
Rouhani Sebut Iran Dapat...
Rouhani Sebut Iran Dapat Perkaya Uranium Hingga 90%
Iran Tolak Pertemuan...
Iran Tolak Pertemuan dengan AS di Wina
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
7 menit yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
40 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
1 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved