Serangan Siber Global Hantam Iran, Peretas Tinggalkan Bendera AS

Minggu, 08 April 2018 - 08:59 WIB
Serangan Siber Global...
Serangan Siber Global Hantam Iran, Peretas Tinggalkan Bendera AS
A A A
TEHERAN - Jaringan komputer termasuk pusat data Iran diretas oleh tangan-tangan jahil tidak bertanggung jawab. Peretas meninggalkan gambar bendera Amerika Serikat (AS) di layar dan pesan bernada ancaman.

"Jangan main-main dengan pemilu kami," kata Teknologi Informatika (TI) Iran.

"Serangan itu tampaknya mempengaruhi 200 ribu switch router di seluruh dunia dalam serangan luas, termasuk 3.500 switch di negara kami," kata Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA,.

Pernyataan itu mengatakan serangan itu, yang menghantam penyedia layanan internet dan memutus akses web untuk pelanggan, dimungkinkan oleh kerentanan di router Cisco. Cisco sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dan memberikan patch bahwa beberapa perusahaan telah gagal menginstal selama liburan tahun baru Iran.

"Beberapa insiden di beberapa negara, termasuk beberapa yang secara khusus menargetkan infrastruktur penting, telah melibatkan penyalahgunaan protokol Smart Install," ucap seorang peneliti ancaman di Cisco Talos Security Intelligence and Research Group Nick Biasini.

“Sebagai hasilnya, kami mengambil sikap aktif, dan mendesak pelanggan, sekali lagi, dari risiko tinggi dan jalur remediasi yang tersedia,” imbuhnya dalam tulisan di blognya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (8/4/2018).

Pada Sabtu malam, Cisco mengatakan bahwa postingan itu adalah alat untuk membantu klien mengidentifikasi kelemahan dan mengusir serangan siber.

Menteri TI Iran Mohammad Javad Azari-Jahromi memposting gambar layar komputer di Twitter dengan gambar bendera AS dan pesan peretas. Dia mengatakan belum jelas siapa yang melakukan serangan itu.

Azari-Jahromi mengatakan serangan itu terutama menyerang Eropa, India dan AS, televisi negara melaporkan.

"Sekitar 55.000 perangkat terkena dampak di Amerika Serikat dan 14.000 di China, dan pangsa perangkat yang terpengaruh Iran adalah 2 persen," terang Azari-Jahromi.

Dalam sebuah tweet, Azari-Jahromi mengatakan badan tanggap darurat komputer negara, MAHER, telah menunjukkan kelemahan dalam memberikan informasi kepada perusahaan (yang terkena dampak) setelah serangan yang terdeteksi pada hari Jumat di Iran.

Hadi Sajadi, wakil kepala Organisasi Teknologi Informasi yang dikelola negara Iran, mengatakan serangan itu berhasil dinetralkan dalam beberapa jam dan tidak ada data yang hilang.
(ian)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
20 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
55 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved