AS Blokir Penyelidikan Independen Kekerasan di Gaza

Senin, 02 April 2018 - 00:15 WIB
AS Blokir Penyelidikan...
AS Blokir Penyelidikan Independen Kekerasan di Gaza
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) memblokir pernyataan Dewan Keamanan (DK) PBB yang menyerukan penyelidikan independen terhadap kekerasan di Gaza. Sedikitnya 17 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.400 orang terluka dalam aksi kekerasan di tepi Jalur Gaza.

Pasca konfrontasi pada hari Jumat lalu, Kuwait menyusun pernyataan yang meminta DK PBB untuk mengambil tindakan. Namun salah satu pernyataan DK PBB yang meminta adanya penyelidikan independen ditolak oleh AS.

"Tidak jelas apakah negara-negara lain juga mengajukan keberatan," ujar diplomat PBB kepada CNN, Senin (2/4/2018). Jika satu negara keberatan, maka pernyataan itu tidak dapat diadopsi.

Namun Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengajukan protes ke DK PBB karena mengadakan sidang darurat pada malam pertama Passover - hari libur besar Yahudi - menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Misi PBB Israel pada hari Minggu.

Danon mengklaim Kuwait dengan sengaja menyerukan sesi itu sementara Misi PBB Israel memperingati Passover, sehingga menghalangi partisipasi mereka sementara mereka memperingati hari raya keagamaan.

"Langkah itu mengeksploitasi aturan prosedural dan bertentangan dengan semangat PBB," menurut pernyataan Misi Israel di PBB.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyerukan penyelidikan independen atas kekerasan hari Jumat. Guterres membuat komentarnya pada Jumat malam sebelum pertemuan darurat DK PBB untuk mengatasi masalah itu. Juru bicara PBB Farhan Haq menyampaikan pernyataannya kepada media.

"Tragedi ini menggarisbawahi urgensi revitalisasi proses perdamaian yang bertujuan menciptakan kondisi untuk kembali ke perundingan bermakna untuk solusi damai yang akan memungkinkan Palestina dan Israel untuk hidup berdampingan dengan damai dan dalam keamanan," kata Guterres.

Baca juga:
Sekjen PBB Serukan Penyelidikan Atas Bentrokan Mematikan di Gaza


Dalam pernyataan yang ditunjukkan kepada CNN, lima poin pernyataan, satu berasal dari anggota Dewan Keamanan menyerukan penyelidikan independen dan transparan terhadap kekerasan hari Jumat di Gaza. Pernyataan ini menambahkan untuk penghormatan terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional, termasuk perlindungan warga sipil.

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, menolak mentah-mentah permintaan untuk menyelidiki kematian warga Palestina yang tewas selama protes Jumat di Gaza.

Berbicara di Radio Angkatan Bersenjata Israel, Lieberman menyebut mereka yang menginginkan penyelidikan orang-orang munafik karena menyerang Israel sebelum menyelidiki pembunuhan besar-besaran orang Suriah dan kelompok lain.

Wakil Koordinator Politik AS Warren Miller mengatakan AS fokus untuk mengambil langkah-langkah konkret dan jangka pendek yang akan meningkatkan kondisi ekonomi kemanusiaan di Gaza dan kehidupan orang-orang Palestina yang tinggal di sana.

"Kami juga bekerja keras untuk rencana perdamaian yang akan memberikan masa depan yang lebih cerah bagi keduanya, Israel dan Palestina. Kekerasan tidak memajukan tujuan tersebut," tambah Miller.
(ian)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Sidang PBB Bahas Konflik...
Sidang PBB Bahas Konflik Palestina
Pakar HAM PBB Kecam...
Pakar HAM PBB Kecam Rencana Aneksasi Israel dan Dukungan AS
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
AS Edarkan Rancangan...
AS Edarkan Rancangan Resolusi PBB Hak Israel Membela Diri
Gunakan Hak Veto, AS...
Gunakan Hak Veto, AS Gagalkan Palestina Jadi Anggota PBB
Berita Terkini
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
12 menit yang lalu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
1 jam yang lalu
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
2 jam yang lalu
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
3 jam yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
3 jam yang lalu
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved