Citra Satelit Tunjukkan Angkatan Laut China Unjuk Kekuatan di LCS

Kamis, 29 Maret 2018 - 23:54 WIB
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Angkatan Laut China Unjuk Kekuatan di LCS
A A A
BEIJING - Puluhan kapal dan kapal induk Angkatan Laut (AL) China diketahui tengah melakukan latihan besar-besaran minggu ini. Latihan itu dipusatkan di lepas pantai pulau Hainan di Laut China Selatan (LCS).

Baca Juga: China Bakal Gelar Latihan Tempur di Laut China Selatan

Citra satelit dari Planet Labs Inc mengkonfirmasi sebuah kelompok kapal induk China telah memasuki jalur perdagangan penting itu. China sebelumnya menggambarkan latihan tempur itu sebagai latihan rutin tahunan.

Foto-foto yang diambil pada awal pekan ini menunjukkan setidaknya 40 kapal dan kapal selam mengapit kapal induk Liaoning. Beberapa analis menggambarkannya sebagai pertunjukkan luar biasa besar dari kekuatan angkatan laut militer China yang tengah berkembang.

Berlayar dalam formasi garis yang lebih cocok disebut sebagai propaganda visual daripada manuver militer, armada itu dipimpin oleh apa yang tampak seperti kapal selam, dengan pesawat di atasnya.

Ahli keamanan di Institut Studi Strategis Middlebury yang berbasis di California, Jeffrey Lewis, mengatakan gambar itu menunjukkan konfirmasi pertama bahwa kapal induk bergabung dengan latihan.

"Ini gambar yang luar biasa. Itu adalah berita besar bagi saya. Konfirmasi bahwa, ya, pembawa berpartisipasi dalam latihan" katanya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/3/2018).

Sementara ahli keamanan di Sekolah Studi Internasional Singapura Rajaratnam, Collin Koh, menggambarkan penggelaran itu tidak biasa untuk ukuran dan ruang lingkupnya.

"Dilihat dari gambar, tampaknya mereka ingin menunjukkan bahwa unsur-unsur Armada Laut Selatan dapat secara rutin bergabung dengan kelompok penyerang dari Dalian di utara," katanya.

"Tampaknya mereka ingin menunjukkan interoperabilitas antar-armada, sesuatu yang telah dilakukan oleh angkatan laut China dengan tenang selama beberapa waktu," imbuhnya.

Koh mengatakan selain kapal perusak, frigat dan kapal selam yang biasanya akan mendukung kapal induk, armada itu tampaknya juga termasuk sebuah kapal tanker besar untuk pasokan bahan bakar. Sebuah kapal korvet yang lebih kecil dan sebuah kapal jenis catamarans untuk melakukan serangan cepat.

"Meskipun menyoroti kemampuan ekstensif untuk menyebar, kami masih harus menebak kesiapan tempur Angkatan Laut China," kata Koh.

Tidak jelas ke mana armada itu menuju, atau berapa lama operasi akan berlangsung. Kementerian pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pasukan penjaga angkatan laut dan penjaga pantai China telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang kerap berpatroli di wilayah LCS yang luas, tetapi sedikit yang diketahui tentang kesiapan tempur dan koordinasi mereka.

Seperti halnya Vietnam, klaim China di LCS diperdebatkan oleh Filipina, Malaysia dan Brunei, sementara Taiwan juga memiliki klaim yang sama.

Latihan itu datang di tengah tanda-tanda ketegangan baru di perairan kaya sumber daya, dengan Vietnam baru-baru ini menghentikan eksplorasi minyak di lepas pantai oleh perusahaan Spanyol Repsol di bawah tekanan dari Beijing.

Beijing juga keberatan dengan apa yang disebut patroli kebebasan navigasi oleh kapal perang Amerika Serikat (AS) pekan lalu dekat dengan salah satu pulau buatannya di kepulauan Spratly lebih jauh ke selatan.

Baca Juga: Kapal Perang AS Manuver di Laut China Selatan, China Marah
(ian)
Berita Terkait
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Berita Terkini
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
1 jam yang lalu
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
1 jam yang lalu
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
2 jam yang lalu
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
3 jam yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
4 jam yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
5 jam yang lalu
Infografis
Kapal Perang China Tembaki...
Kapal Perang China Tembaki Armada Angkatan Laut Selandia Baru
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved