Menghina Allah, Aktivis Ini Dilarang Masuk Inggris Seumur Hidup

Selasa, 27 Maret 2018 - 13:47 WIB
Menghina Allah, Aktivis...
Menghina Allah, Aktivis Ini Dilarang Masuk Inggris Seumur Hidup
A A A
LONDON - Aktivis muda asal Kanada, Lauren Southern, dilarang masuk Inggris seumur hidup karena menyebarkan materi kampanye bersifat rasis, yakni menghina Allah. Aktivis kelompok sayap kanan ini menyebar pamflet rasis dengan tulisan “Allah is a gay God” dan “Allah is trans”.

Southern awalnya diselidiki di bawah Undang-Undang Terorisme. Namun, dia kini resmi dilarang memasuki Inggris seumur hidup per 12 Maret 2018.

Aksi aktivis 22 tahun itu direkam kamera saat membagikan pamflet rasis. Tindakannya berlangsung di Luton awal tahun ini.

Pihak Southern berdalih aksinya hanya “eksperimen sosial”. Namun, polisi Inggris bertindak cepat setelah mendapat banyak keluhan dari penduduk setempat.

Dalam sebuah video yang dikirim oleh Southern, polisi yang menontonnya mengatakan bahwa proyek “Allah is a gay God” dapat menyebabkan kekerasan. Polisi mengancam akan menangkap aktivis Kanada itu jika tidak menghentikan aksinya dengan tuduhan melanggar ketertiban umum.

Video kampanye rasis ini telah diunggah pihak Southern di YouTube.

Dia tidak ditangkap pada saat beraksi di Luton. Namun, dia dilarang memasuki Inggris per 13 Maret 2019. Dasar hukum larangan itu adalah Undang-Undang Terorisme.

Larangan itu tak membuatnya kapok. Dia merencanakan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh sayap kanan lainnya, seperti Brittany Pettibone asal Amerika Serikat dan pendiri Generation Identity dari Austria, Martin Sellner, yang juga ditolak masuk ke Inggris.

Mereka bertiga kini berencana menuntut Inggris atas penolakan tersebut. Dalam sebuah video yang diposting ke YouTube pada tanggal 17 Maret, Sellner mengumumkan kepada dunia soal rencana mereka menuntut pemerintah Inggris.

“Mengapa hak-hak Muslim untuk menjadi homophobic mengalahkan hak-hak orang gay untuk memiliki ekspresi diri mereka?, tanya Southhern yang berbicara di YouTube.

Dia lantas menyampaikan pesan untuk pemerintah Kerajaan Inggris.”Negara ini perlu memiliki percakapan tentang hal ini sebelum mereka tidak lagi dapat melakukan percakapan sama sekali,” katanya, yang dikutip dari Russia Today, Selasa (27/3/2018).
(mas)
Berita Terkait
Didesak Cerai dengan...
Didesak 'Cerai' dengan Kerajaan Inggris, Ini Jawaban PM Kanada
Inggris Peringatkan...
Inggris Peringatkan Warganya Berisiko Ditangkap di China
Giliran Inggris dan...
Giliran Inggris dan Kanada Sanksi Para Jenderal Myanmar
Inggris, AS dan Kanada...
Inggris, AS dan Kanada Tuduh Rusia Hendak Curi Data Vaksin Covid-19
Inggris, Kanada, dan...
Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina dalam Langkah Bersejarah
Hamas Puji 4 Negara...
Hamas Puji 4 Negara Barat Akui Negara Palestina: Ini Hasil Perjuangan Rakyat Kami
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
6 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
7 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
8 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
9 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
10 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
11 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved