Polisi Tangkap Dua Tersangka Terkait Teror Prancis
Minggu, 25 Maret 2018 - 10:25 WIB
Polisi Tangkap Dua Tersangka Terkait Teror Prancis
A
A
A
PARIS - Polisi menangkap tersangka kedua dalam semalam yang diyakini terkiat dengan serangan di barat daya Prancis pada Jumat lalu. Serangan ini menyebabkan empat orang tewas.
Sebuah sumber mengatakan tersangka yang merupakan seorang pria kelahiran tahun 2000. Tersangka merupakan teman pelaku penyerangan Redouane Lakdim, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (25/3/2018).
Sementara itu seorang jaksa Prancis mengatakan pihak kepolisian juga menangkap seorang perempuan yang mempunyai hubungan dengan pelaku penyerangan.
Lakdim awalnya dipercaya melakukan aksi terornya seorang diri. Ia membajak mobil, menembaki polisi, dan menyandera pengunjung sebuah supermarket pada hari Jumat. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut aksi tersebut sebagai tindakan terorisme Islam.
Baca juga:
Pelaku Serangan Teror Prancis Mengaku ISIS dan Pekik Takbir
Seorang anggota kepolisian Prancis kemudian secara sukarela menggantikan seorang sandera selama pengepungan. Polisi itu, yang kemudian menjadi pahlawan, meninggal karena luka-luka yang dideritanya. Lakdim sendiri tewas setelah terlibat baku tembak dengan pihak kepolisian.
Baca juga:
Polisi Prancis yang Menukar Dirinya dengan Sandera Meninggal
Kelompok ekstrimis ISIS kemudian mengklaim serangan yang terjadi di Toulouse itu. Ini merupakan serangan yang paling mematikan pertama sejak Emmanuel Macron menjadi presiden Prancis Mei lalu.
Sebuah sumber mengatakan tersangka yang merupakan seorang pria kelahiran tahun 2000. Tersangka merupakan teman pelaku penyerangan Redouane Lakdim, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (25/3/2018).
Sementara itu seorang jaksa Prancis mengatakan pihak kepolisian juga menangkap seorang perempuan yang mempunyai hubungan dengan pelaku penyerangan.
Lakdim awalnya dipercaya melakukan aksi terornya seorang diri. Ia membajak mobil, menembaki polisi, dan menyandera pengunjung sebuah supermarket pada hari Jumat. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut aksi tersebut sebagai tindakan terorisme Islam.
Baca juga:
Pelaku Serangan Teror Prancis Mengaku ISIS dan Pekik Takbir
Seorang anggota kepolisian Prancis kemudian secara sukarela menggantikan seorang sandera selama pengepungan. Polisi itu, yang kemudian menjadi pahlawan, meninggal karena luka-luka yang dideritanya. Lakdim sendiri tewas setelah terlibat baku tembak dengan pihak kepolisian.
Baca juga:
Polisi Prancis yang Menukar Dirinya dengan Sandera Meninggal
Kelompok ekstrimis ISIS kemudian mengklaim serangan yang terjadi di Toulouse itu. Ini merupakan serangan yang paling mematikan pertama sejak Emmanuel Macron menjadi presiden Prancis Mei lalu.
(ian)