Rusia: Teroris Suriah Terima Senjata dan Tugas dari Luar Negeri

Sabtu, 24 Maret 2018 - 17:49 WIB
Rusia: Teroris Suriah...
Rusia: Teroris Suriah Terima Senjata dan Tugas dari Luar Negeri
A A A
MOSKOW - Rusia menyebut semua kelompok teroris di Suriah telah menerima senjata, uang serta tugas perang dari luar negeri. Adalah Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Valery Gerasimov, yang melontarkan tuduhan tersebut.

"Mari kita ambil contoh Suriah, misalnya. Sebelum Rusia melangkah dalam perang di sisi pemerintah Suriah, negara itu telah mengobarkan perang yang dideklarasikan untuk hak keberadaannya," kata Gerasimov.

"Kami tidak bisa mengatakan kapan tepatnya gangguan internal ini tumbuh menjadi perang," pejabat itu menambahkan seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (24/3/2018).

Awal bulan ini, Deputi Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin mengatakan bahwa pasukan operasi khusus Amerika Serikat (AS) dan unit militer lainnya telah berkontribusi pada penciptaan tempat yang aman bagi para teroris di Suriah barat.

AS, yang memasuki Suriah tanpa mendapatkan lampu hijau dari pemerintah negara itu, telah berulang kali dituduh mendukung teroris di sana. Rusia, untuk bagiannya, berada di Suriah atas perintah Presiden Bashar al-Assad dan telah membantu cukup banyak untuk menghancurkan kelompok teroris ISIS di negara itu.

Sementara itu terkait dengan situasi di Ghouta, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan hampir 5.000 militan dan anggota keluarganya telah di evakuasi dari kota Harasta.

"Secara keseluruhan 4.979 militan dan anggota keluarga mereka telah dievakuasi dari pemukiman Harasta ke provinsi Idlib," kata pernyataan itu.

Menurut pernyataan itu, koridor kemanusiaan baru telah dibuka di Ghouta Timur pada Sabtu dekat pemukiman Irbin untuk membiarkan militan dan keluarga mereka mengungsi dari kota itu.

Situasi di Ghouta Timur telah tegang selama beberapa bulan terakhir, mengakibatkan penembakan yang berkelanjutan oleh militan lokal Damaskus dan tembakan balasan dari pasukan pro-pemerintah Suriah. Damaskus mengatakan pihaknya melepaskan tembakan sebagai tanggapan atas tembakan dari Ghouta Timur, tetapi negara-negara Barat menuduh pemerintah Suriah dan Rusia bertanggung jawab atas eskalasi ketegangan di daerah tersebut.

Setelah eskalasi, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401. Resolusi ini mendesak semua pihak yang berkonflik di Suriah untuk segera menghentikan dan mematuhi gencatan senjata, setidaknya selama 30 hari. Ini dilakukan untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusian berlangsung aman dan tanpa hambatan, serta evakuasi medis terhadap orang-orang yang terluka.

Segera setelah resolusi diadopsi, Rusia mengumumkan jeda kemanusiaan selama lima jam setiap hari dalam pertempuran untuk mencegah lebih banyak korban di antara penduduk dan memungkinkan warga sipil meninggalkan Ghouta Timur.
(ian)
Berita Terkait
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Rusia Akui Uji Coba...
Rusia Akui 'Uji Coba' Tank T-14 Armata di Suriah
Operasi Khusus Rusia-Suriah...
Operasi Khusus Rusia-Suriah Bebaskan Pasukan yang Ditawan Pemberontak
Rusia Tegaskan Barat...
Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved