Kongres AS Setujui Anggaran Rp17.903 Triliun

Sabtu, 24 Maret 2018 - 10:44 WIB
Kongres AS Setujui Anggaran...
Kongres AS Setujui Anggaran Rp17.903 Triliun
A A A
WASHINGTON - Kongres Amerika Serikat (AS) menggelar voting kemarin untuk menyetujui rancangan undang-undang (RUU) anggaran USD1,3 triliun (Rp17.903 triliun). Anggaran sebesar itu untuk peningkatan belanja militer dan non-pertahanan. RUU itu telah dikirim ke Presiden AS Donald Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang (UU). Dengan tanda tangan Trump, maka penutupan pemerintah federal tidak akan terulang lagi dan berbagai lembaga federal tetap mendapat dana hingga 30 September.

Langkah ini juga mengakhiri perselisihan para anggota parlemen dan mereka dapat fokus agar terpilih lagi pada pemilu parlemen November. Senat menyetujui RUU itu dengan 65 suara mendukung dan 32 suara menolak. Voting di Senat dilakukan setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meloloskan RUU dengan 256 suara mendukung dan 167 suara menolak.

Voting itu mengakhiri perselisihan panjang di Kongres. Sebelumnya, pemerintahan federal sempat tutup dua kali sejak awal tahun ini saat Kongres tidak mencapai kesepakatan dan pendanaan selesai. Meski para pemimpin Partai Republik mendorong pengesahan RUU itu, beberapa anggota Partai Republik memilih menolaknya.

Republik menguasai Kongres dan Gedung Putih, tapi harus berbeda pendapat sejak berkuasa pada Januari 2017 untuk menyetujui RUU anggaran. Senator dari Partai Republik Rand Paul melalui Twitter mengkritik belanja yang tidak perlu dalam anggaran tersebut. "Memalukan. Cacat di DPR dan partai-partai. Ini 2.232 halaman, USD1,3 triliun, RUU belanja Omnibus penghancur anggaran," tweet dia.

Keberatan Paul itu sempat menunda voting di Senat hingga tengah malam. Meski demikian, tidak semua anggota parlemen Republik menolak kebijakan fiskal tersebut. RUU itu juga menarik bagi kubu konservatif dengan peningkatan anggaran militer sebesar USD80 miliar tahun ini dan peningkatan dana keamanan perbatasan. Di sisi lain, belanja nonpertahanan yang juga lebih tinggi membuat kubu konservatif menolaknya. Di DPR, 90 anggota Republik dari 238 anggota Republik menolak kebijakan itu.

Ditambah dengan pemangkasan pajak terbaru, RUU anggaran pemerintah ini akan mengakibatkan defisit anggaran lebih dari USD800 miliar untuk tahun ini. Konservatif memperingatkan, hal ini dapat menciptakan masalah bagi Republik yang ingin terpilih lagi pada pemilu parlemen November.

Beberapa inisiatif Trump juga mengalami kemunduran. Salah satu yang menjadi bahan negosiasi panjang, yaitu upaya Trump meminta dana USD25 miliar untuk membangun dinding perbatasan dengan Meksiko. Pemangkasan yang dilakukan presiden pada Badan Proteksi Lingkungan, Departemen Luar Negeri, dan lembaga lain juga dicabut.

Direktur anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney menjelaskan, "Legislasi ini tidak banyak yang kami inginkan, bukan semua yang kami harapkan, tapi banyak pada apa yang kami inginkan untuk imigrasi."

Trump menyatakan di Twitter bahwa RUU itu akan memungkinkan dia mulai membangun dinding perbatasan dengan Meksiko. Menurut Trump, dinding itu penting untuk mengurangi imigrasi ilegal. "Mendapat USD1,5 miliar untuk mengawali dinding di perbatasan selatan, sisanya akan datang," tweet Trump.

Meski demikian, Demokrat sejak lama menentang dinding itu. Mereka berpendapat, penambahan dana akan digunakan untuk membangun atau perbaikan sejumlah perbatasan lain, termasuk pagar yang sudah ada, tapi bukan tembok beton.
(amm)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
1 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
2 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
6 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
9 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
10 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved