Tidak Hanya Trump, Jong-un Juga Ucapkan Selamat kepada Putin
Kamis, 22 Maret 2018 - 10:47 WIB
Tidak Hanya Trump, Jong-un Juga Ucapkan Selamat kepada Putin
A
A
A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, juga mengirimkan ucapan selama yang tulus kepada koleganya Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin menang telak dalam pemilu presiden dan berhak memimpin Rusia selama enam tahun ke depan.
"Terpilihnya Anda kembali sebagai presiden adalah ekspresi dukungan dan kepercayaan besar dari rakyat Anda terhadap Anda," bunyi pesan yang disampaikan Jong-un kepada Putin seperti dikutip Newsweek dari KCNA, Kamis (22/3/2018).
Pemimpin Korut itu juga mengatakan hubungan negaranya dengan Rusia dibangun di atas persahabatan dan kerja sama. Jong-un juga berharap Putin sukses dalam pekerjaannya untuk membangun Rusia yang kuat.
Kemenangan dalam pemilu presiden Rusia menjadikan Putin pemimpin terlama di Rusia sejak era Joseph Stalin. Dalam pemilu yang dihelat pada Minggu kemarin, mantan agen KGB itu meraih hampir 77 persen suara.
Penantang Putin dari Partai Komunis; Pavel Grudinin, berada di urutan kedua dengan meraih 11,9 persen suara.Selanjutnya, Vladimir Zhirinovsky, pemimpin Partai Liberal Demokratik meraih 6,7 persen suara.
Sementara para lawan politk Putin seperti Navalny mengadakan demonstrasi dengan menuduh ada kecurangan yang meluas dalam pemilu Rusia. Para politisi oposisi juga memperingatkan bahwa mereka bisa turun ke jalan dan bentrok jika polisi menindak terlalu keras terhadap para demonstran.
Putin yang sudah berusia 65 tahun, telah berkuasa, baik sebagai presiden atau pun perdana menteri, sejak tahun 2000. Ia telah dianggap sebagai figur Bapak Nasional Rusia yang berani menampilkan negaranya dalam persaingan global.
Meskipun Putin memiliki waktu enam tahun untuk mempertimbangkan kemungkinan menunjuk penerusnya, namun Orang dalam Kremlin mengatakan bahwa dia tidak memilih ahli waris.
"Terpilihnya Anda kembali sebagai presiden adalah ekspresi dukungan dan kepercayaan besar dari rakyat Anda terhadap Anda," bunyi pesan yang disampaikan Jong-un kepada Putin seperti dikutip Newsweek dari KCNA, Kamis (22/3/2018).
Pemimpin Korut itu juga mengatakan hubungan negaranya dengan Rusia dibangun di atas persahabatan dan kerja sama. Jong-un juga berharap Putin sukses dalam pekerjaannya untuk membangun Rusia yang kuat.
Kemenangan dalam pemilu presiden Rusia menjadikan Putin pemimpin terlama di Rusia sejak era Joseph Stalin. Dalam pemilu yang dihelat pada Minggu kemarin, mantan agen KGB itu meraih hampir 77 persen suara.
Penantang Putin dari Partai Komunis; Pavel Grudinin, berada di urutan kedua dengan meraih 11,9 persen suara.Selanjutnya, Vladimir Zhirinovsky, pemimpin Partai Liberal Demokratik meraih 6,7 persen suara.
Sementara para lawan politk Putin seperti Navalny mengadakan demonstrasi dengan menuduh ada kecurangan yang meluas dalam pemilu Rusia. Para politisi oposisi juga memperingatkan bahwa mereka bisa turun ke jalan dan bentrok jika polisi menindak terlalu keras terhadap para demonstran.
Putin yang sudah berusia 65 tahun, telah berkuasa, baik sebagai presiden atau pun perdana menteri, sejak tahun 2000. Ia telah dianggap sebagai figur Bapak Nasional Rusia yang berani menampilkan negaranya dalam persaingan global.
Meskipun Putin memiliki waktu enam tahun untuk mempertimbangkan kemungkinan menunjuk penerusnya, namun Orang dalam Kremlin mengatakan bahwa dia tidak memilih ahli waris.
(ian)