Dukung Konferensi Ulama, Sempalan Taliban: Terima Kasih Indonesia

Senin, 19 Maret 2018 - 08:45 WIB
Dukung Konferensi Ulama,...
Dukung Konferensi Ulama, Sempalan Taliban: Terima Kasih Indonesia
A A A
KABUL - Kelompok sempalan Taliban yang dipimpin oleh Mullah Muhammad Rasul mengumumkan dukungannya untuk konferensi ulama di Indonesia untuk proses perdamaian Afghanistan yang digelar akhir bulan ini. Sikap ini berbeda dengan kelompok Taliban Afghanistan yang menyerukan pemboikotan konferensi tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok pimpinan Mullah Rasul mengatakan bahwa realisasi perdamaian hanya dimungkinkan melalui mediasi ulama dan cendekiawan agama.

Kelompok Mullah Rasul, sebagaimana dikutip Pajhwok, Senin (19/3/2018), juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia karena mengatur dan menyelenggarakan pertemuan mengenai proses perdamaian Afghanistan.

Baca: Sebut Menyesatkan, Taliban Desak Ulama Boikot Konferensi di Indonesia

Pernyataan tersebut "membungkam" Mullah Habbatullah yang memimpin Taliban karena menolak dan menyerukan pemboikotan konferensi. Menurut kelompok Taliban konferensi ulama di Indonesia ilegal.

Hibatullah menolak konferensi para ulama di Jakarta untuk perdamaian Afghanistan dengan alasan dirancang oleh Amerika Serikat (AS).

"Bangsa Afghanistan hidup dalam kesulitan, kemiskinan dan perdamaian dimungkinkan di Afghanistan setelah penarikan pasukan asing," kata Taliban Afghanistan dalam sebuah pernyataan ketika menyerukan pemboikotan konferensi tersebut.

Konferensi ini tak lepas dari peran Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Jokowi yang berkunjung ke Kabul beberapa waktu lalu menawarkan untuk menyelenggarakan sebuah konferensi global di mana para ulama dari Afghanistan dan Pakistan akan ambil bagian untuk merumuskan proses perdamaian di Afghanistan.

Pemerintah Kabul menyambut baik tawaran Indonesia, sedangkan pemerintah Pakistan belum bersikap.

Mulvi Abdul Rahman Niazai, anggota Dewan Perdamaian Tinggi (HPC) di Afghanistan, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik konferensi dan kerja sama untuk penyelesaian konflik serta memfasilitasi penarikan tentara asing.

Dia mengatakan bahwa orang Afghanistan telah menderita terlalu banyak karena konflik yang panjang selama satu dekade dan korban jiwa sudah sangat banyak.
(mas)
Berita Terkait
Taliban dan Terorisme...
Taliban dan Terorisme di Indonesia
Gubernur Perempuan Afghanistan...
Gubernur Perempuan Afghanistan Dilaporkan Ditangkap Taliban
Potret Anak-anak Anggota...
Potret Anak-anak Anggota Taliban Tenteng Senjata di Tengah Salju
Tokoh Senior Taliban...
Tokoh Senior Taliban Tiba di Afghanistan dari Tempat Pengasingan
Taliban Dikabarkan Kunjungi...
Taliban Dikabarkan Kunjungi Indonesia untuk Dapat Pengakuan Global
Drama Evakuasi Timnas...
Drama Evakuasi Timnas Bola Wanita Afghanistan Menghindar dari Taliban
Berita Terkini
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
10 menit yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
41 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
1 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
11 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved