Jepang Buka Peluang Bertemu Korut

Kamis, 15 Maret 2018 - 12:01 WIB
Jepang Buka Peluang...
Jepang Buka Peluang Bertemu Korut
A A A
TOKYO - Jepang membuka peluang kemungkinan pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.

Jika pertemuan itu terwujud, kedua pemimpin akan membahas masalah penculikan warga Jepang oleh agen Pyongyang beberapa dekade lalu. Abe menjadikan isu penculikan itu sebagai salah satu target utama karir politiknya. Dia akan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan depan di Washington menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Trump dan Kim pada Mei. Sebelum itu, Kim akan bertemu Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in.

Muncul kekhawatiran di Tokyo bahwa kepentingan Jepang, termasuk nasib mereka yang diculik akan dikesampingkan oleh sejumlah langkah terbaru untuk menyelesaikan krisis program rudal dan nuklir Korut.

“Penting untuk mengharmoniskan kebijakan antara Jepang, AS dan Korsel menjelang KTT AS-Korut,” papar Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, dikutip kantor berita Reuters.

Suga menambahkan, “Setelah itu, sambil mendekatkan antara tiga negara, kami akan mengangkat bagaimana secara komprehensif menyelesaikan isu nuklir, rudal dan penculikan. Di antara itu, kami ingin mempertimbangkan apa yang akan menjadi isu paling efektif dari perspektif itu.”

Pada Selasa (13/3), sumber pemerintah Jepang menyatakan sedang mempertimbangkan pertemuan Abe dan Kim. Sumber itu menolak diidentifikasi karena tidak memiliki wewenang untuk bicara ke media.

Abe, 63, menyatakan dia tidak akan istirahat hingga semua 13 orang yang diakui Korut telah diculik itu kembali. Jepang juga ingin mendapat informasi tentang korban penculikan lain yang dibawa menggunakan kereta untuk dilatih sebagai mata-mata Korut.

Meski demikian, perkembangan itu masih terhenti sejak 2002, saat lima orang dari 13 orang itu kembali ke Jepang. Pyongyang menyatakan delapan orang lainnya telah meninggal dunia.

Anggota parlemen dari koalisi berkuasa menyatakan masih terlalu dini untuk merencanakan perundingan dua negara dengan Pyongyang untuk membahas penculikan itu. “Baiknya KTT Korut-Korsel, diikuti KTT AS-Korut. Kita perlu melihat bagaimana itu semua berlangsung terlebih dulu,” ujar anggota parlemen tersebut.

Spekulasi tentang KTT Abe dan Kim muncul pada periode tertentu, terutama saat popularitasnya menurun. Junichiro Koizumi saat masih menjabat PM Jepang ketika itu meraih peningkatan popularitas setelah kunjungannya ke Pyongyang pada 2002 dan pada 2004 saat dia membawa kembali lima anak korban penculikan.

Abe saat ini sedang menghadapi krisis terburuk sejak menjabat karena dugaan skandal kronisme dengan penjualan lahan negara berdiskon ke sekolah yang terkait dengan istrinya. Abe menyangkal bersalah baik oleh dia sendiri atau istrinya.

PM Abe telah bertemu Kepala Badan Intelijen Nasional Korsel Suh Hoon pada Selasa (13/3). Suh merupakan delegasi Korsel yang bertemu Pemimpin Korut Kim Jong-un di Pyongyang.

Abe menyatakan pada Suh bahwa Jepang ingin perundingan denuklirisasi dengan Korut juga membahas perselisihan mengenai penculikan warga Jepang oleh agen Korut pada 1970-an dan 1980-an. Dia juga menyatakan Korut telah menunjukkan keinginan untuk pelucutan senjata.

“Resolusi penculikan, nuklir dan rudal menjadi kebijakan inti Jepang. Korut harus menyamakan kata-kata dengan aksinya,” papar Abe.

Istana Biru Kepresidenan Korsel menyatakan Abe telah menjelaskan pada Suh bahwa dia tidak yakin Korut akan memanfaatkan KTT itu untuk membeli waktu dalam program rudal dan nuklirnya.

Serupa dengan itu, Istana Biru mengutip Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Taro Kono yang mengungkapkan perkembangan dengan Korut itu ajaib. Di Jepang, Kono tidak menyebut ajaib tapi menyatakan Jepang dan Korsel sepakat menjaga tekanan maksimal pada Korut hingga Pyongyang melakukan langkah nyata.

Suh kembali ke Seoul pada Selasa (13/3) dan Kepala Kantor Keamanan Nasional Korsel Chung Eui-yong menggelar perundingan di Rusia setelah bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Senin (12/3). Xi menyatakan pada Chung bahwa China menginginkan peluang penting dalam perundingan itu. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Tambah Mesra di Tengah...
Tambah Mesra di Tengah Ancaman Korut, PM Jepang Sambangi Seoul
Korea Utara Luncurkan...
Korea Utara Luncurkan Satelit Pengintai Militer, Jepang Ancam Tembak Jatuh
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Khawatir Ancaman China...
Khawatir Ancaman China dan Korut, Jepang Beri Tambahan Anggaran untuk Militer
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan Rudal Melintasi Jepang, WNI Diminta Tetap Tenang
Negara-Negara yang Membenci...
Negara-Negara yang Membenci Korea Utara
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
1 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
2 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
2 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
2 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
3 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
3 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved