Putin Serukan Penyelidikan Atas Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah
Minggu, 11 Maret 2018 - 11:42 WIB
Putin Serukan Penyelidikan Atas Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa harus ada penyelidikan terhadap serangan udara besar besar-besaran di daerah pemukiman di Raqqa, Suriah. Putin menunjukkan bahwa orang-orang meninggal masih terkubur dan mayat terbaring di reruntuhan.
"Untuk kejahatan, kembalilah ke Raqqa dan setidaknya mengubur mayat-mayat tersebut, yang masih terbaring di tengah reruntuhan setelah serangan udara di lingkungan perumahan dan menyelidiki serangan ini," kata pemimpin Rusia tersebut saat diwawancara oleh NBC seperti dikutip dari RT, Minggu (11/3/2018).
Putin juga mengungkit pertempuran Mosul di Irak yang melibatkan pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) dan meninggalkan kota itu rata dengan tanah.
Dalam kesempatan itu, Putin menolak klaim serangan senjata kimia oleh rezim Suriah dan menyebutnya sebagai berita palsu. Mantan agen KGB itu menekankan bahwa Damaskus telah menghancurkan senjata kimia sejak lama. Sebaliknya, ia lantas menyalahkan kelompok militan atas serangan senjata kimia itu untuk kemudian disalahkan pada tentara Suriah.
"Semua upaya yang telah dilakukan berulang kali di masa lalu, dan semua tuduhan digunakan untuk mengkonsolidasikan upaya melawan Assad," kata Putin.
Saat didesak dengan pertanyaan tentang dugaan serangan senjata kimia yang menyebabkan kematian warga sipil, Putin mencatat bahwa tidak ada penyelidikan menyeluruh terhadap apa yang telah terjadi di Suriah.
"Rusia sedang melakukan investigasi skala penuh. Jika Anda tidak tahu ini, saya mengatakan hal ini sekarang juga. Tidak benar bahwa kita menentang investigasi yang obyektif. Itu bohong," tegasnya.
"Untuk kejahatan, kembalilah ke Raqqa dan setidaknya mengubur mayat-mayat tersebut, yang masih terbaring di tengah reruntuhan setelah serangan udara di lingkungan perumahan dan menyelidiki serangan ini," kata pemimpin Rusia tersebut saat diwawancara oleh NBC seperti dikutip dari RT, Minggu (11/3/2018).
Putin juga mengungkit pertempuran Mosul di Irak yang melibatkan pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) dan meninggalkan kota itu rata dengan tanah.
Dalam kesempatan itu, Putin menolak klaim serangan senjata kimia oleh rezim Suriah dan menyebutnya sebagai berita palsu. Mantan agen KGB itu menekankan bahwa Damaskus telah menghancurkan senjata kimia sejak lama. Sebaliknya, ia lantas menyalahkan kelompok militan atas serangan senjata kimia itu untuk kemudian disalahkan pada tentara Suriah.
"Semua upaya yang telah dilakukan berulang kali di masa lalu, dan semua tuduhan digunakan untuk mengkonsolidasikan upaya melawan Assad," kata Putin.
Saat didesak dengan pertanyaan tentang dugaan serangan senjata kimia yang menyebabkan kematian warga sipil, Putin mencatat bahwa tidak ada penyelidikan menyeluruh terhadap apa yang telah terjadi di Suriah.
"Rusia sedang melakukan investigasi skala penuh. Jika Anda tidak tahu ini, saya mengatakan hal ini sekarang juga. Tidak benar bahwa kita menentang investigasi yang obyektif. Itu bohong," tegasnya.
(ian)