Korut Sebut Prasyarat Trump untuk Dialog Tidak Masuk Akal

Senin, 05 Maret 2018 - 06:37 WIB
Korut Sebut Prasyarat...
Korut Sebut Prasyarat Trump untuk Dialog Tidak Masuk Akal
A A A
NEW YORK - Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa permintaan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, agar Pyongyang meninggalkan program nuklirnya tidak masuk akal. Trump mengajukan permintaan itu sebagai prasyarat dialog antar kedua negara.

Sebelumnya, Trump berbicara tentang kemungkinan negosiasi dengan Korut dalam sebuah pidato ringan pada makan malam tahunan Gridiron Club di Washington pada Sabtu malam.

"Mereka mengatakan bahwa, 'Kami ingin berbicara.' Dan saya berkata, 'Begitu juga kami, tapi Anda harus denuklirisasi, Anda harus denuklirisasi,'" kata Trump kepada peserta saat makan malam.

"Kita akan bertemu dan kita akan melihat apakah ada sesuatu yang positif terjadi," imbuhnya.

Baca juga:
Trump Sebut Korut Ingin Berdialog dengan AS


Namun dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke CBS News oleh misi permanen Korut di PBB, Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan bahwa tuntutan Washington agar Pyongyang melakukan denuklirisasi sebelum perundingan tidak masuk akal.

"AS mengambil tindakan yang tidak masuk akal dengan terus mengungkapkan sebuah desakan bahwa ia tidak akan melakukan dialog kecuali jika ada kondisi yang benar dan bahwa mereka akan terus menonton jika kita berniat untuk meninggalkan senjata nuklir dan rudal dan seterusnya," kata kementerian luar negeri Korut dalam pernyataannya.

"Amerika Serikat, yang sangat ketakutan dengan pesatnya perkembangan tenaga nuklir kami dan terus mengetuk pintu dialog, sekarang berpura-pura tidak acuh dan memajukan prasyarat ini atau yang sebelumnya," sambung pernyataan itu.

"Tidak puas dengan hal itu, AS menegaskan bahwa akan ada dialog hanya untuk membuat DPRK meninggalkan senjata nuklir dan bertahan dalam 'tekanan maksimum' sampai denuklirisasi selesai terwujud, ini benar-benar lebih dari menggelikan," demikian pernyataan itu seperti dikutip dari CBS News, Senin (5/3/2018).

DPRK mengacu pada Republik Rakyat Demokratik Korea, nama resmi Korut.

Prospek negosiasi datang saat terjadi pencairan hubungan antara Korut dan Korea Selatan (Korsel) setelah Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, yang menurut Korut membuka babak baru rekonsiliasi dan kerja sama. Korsel mengumumkan pada hari Minggu bahwa Presiden Moon Jae-in akan mengirim sebuah delegasi ke Pyongyang akhir pekan ini untuk perundingan yang bertujuan mengurangi ketegangan nuklir dan mencoba meletakkan dasar perundingan antara AS dan Korut.

Baca juga:
Seoul Kirim Utusan ke Pyongyang


Korut mengatakan bahwa perubahan sikap AS terhadap dialog menunjukkan bahwa Washington tidak tertarik untuk melanjutkan perundingan dan menyinggung kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

"Kami memiliki niat untuk menyelesaikan masalah secara diplomatis dan damai melalui dialog dan negosiasi, namun kami tidak akan meminta dialog dan menghindar dari opsi militer yang diklaim oleh AS," kata Korut beberapa waktu lalu.

"Kami memiliki kemampuan dan kemauan penuh untuk menghadapi pilihan yang disukai oleh AS," sambung pernyataan itu.

Baca juga:
Bersikukuh Lakukan Latihan Militer, Korut Ancam Akan Melawan AS


Wakil Presiden Mike Pence telah memberi isyarat bahwa AS terbuka untuk mengadakan pembicaraan dengan Korut setelah melakukan perjalanan ke Olimpiade. Pence mengatakan kepada Washington Post setelah pulang dari Korsel bahwa selama percakapan dengan Presiden Moon Jae-in, AS dan Korsel telah menyetujui persyaratan untuk "hubungan lebih lanjut" dengan Korut.

Sebuah pertemuan yang direncanakan antara pejabat Korut dan Pence di Korsel telah dibatalkan karena ketidaksepakatan mengenai perundingan.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Trump Bertemu Presiden...
Trump Bertemu Presiden Korsel tapi Justru Memuji Kim Jong-un Berulang Kali
Kim Yo-jong: Amerika...
Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
Eks Sekjen PBB: De Facto,...
Eks Sekjen PBB: De Facto, Trump Beri Korut Status Negara Nuklir
Korsel Berharap Trump...
Korsel Berharap Trump dan Jong-un Kembali Bertemu Sebelum Pilpres AS
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
2 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
3 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
5 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
6 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
8 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved