Anggap Dalang Bom Bali, Australia Menentang Grasi Baasyir

Minggu, 04 Maret 2018 - 07:48 WIB
Anggap Dalang Bom Bali,...
Anggap Dalang Bom Bali, Australia Menentang Grasi Baasyir
A A A
CANBERRA - Pemerintah Australia menentang wacana grasi atau pengampunan pemerintah Indonesia untuk terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir. Australia menganggap Baasyir sebagai dalang di balik pemboman Bali 2002 yang menewaskan 200 orang, termasuk 88 warga Australia.

Sikap penolakan itu disampaikan Kantor Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop pada hari Sabtu. Menurut kantor tersebut, warga Australia mengharapkan keadilan di Indonesia terus ditegakkan.

”Abu Bakar Baasyir tidak boleh diizinkan untuk menghasut orang lain untuk melakukan serangan di masa depan lainnya terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” bunyi pernyataan kantor tersebut, yang dikutip dari The Guardian, Minggu (4/3/2018).

Terlepas dari reaksi Australia, grasi oleh pemerintah Indonesia menjadi hak prerogratif presiden.

Baayir dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada tahun 2011 atas tuduhan mendukung sebuah kamp pelatihan bergaya militer untuk militan Islam. Dia telah menjalani hukuman hampir 7 tahun di Rumah Tahanan Gunung Sindur Bogor.

Sebelum mendekam di Rumah Tahanan Gunung Sindur, mantan pimpinan Pondok Pesantren Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah berusia 80 tahun ini sempat dihukum di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Pemindahan lokasi penahanan itu karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya yang menurun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan usulan agar Baasyir dipindahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan perawatan. Alasannya, atas dasar kemanusiaan, di mana kondisi kesehatan ustaz tersebut menurun.

Usulan agar Presiden Jokowi memberikan grasi Baasyir berasal dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin.

Namun, pihak Baasyir dilaporkan menolak mengajukan grasi dengan alasan dia tidak bersalah.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
1 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
6 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved