Tiga Bom Guncang Ibu Kota Rakhine, Satu Polisi Terluka

Sabtu, 24 Februari 2018 - 13:44 WIB
Tiga Bom Guncang Ibu...
Tiga Bom Guncang Ibu Kota Rakhine, Satu Polisi Terluka
A A A
SITTWE - Tiga bom meledak, mengguncang Ibu Kota negara bagian Rakhine yang bergolak Sittwe, Sabtu (24/2/2018). Satu orang polisi dikabarkan mengalami luka ringan dan pihak berwenang masih berusaha untuk mengungkap siapa dalang serangan bom tersebut.

Ledakan itu terjadi hanya tiga hari setelah sebuah bom besar menewaskan dua pegawai bank dan melukai hampir dua lusin orang lainnya di kota Lashio, timur laut, di mana beberapa kelompok pemberontak etnis memerangi militer Myanmar.

Sittwe adalah ibu kota Rakhine yang dirobek olah aksi kekerasan. Sebuah serangan gerilyawan Muslim Rohingya memicu respons militer besar-besaran yang memicu 688 ribu orang Rohingya eksodus ke Bangladesh. Banyak dari mereka kemudian mengungkapkan peristiwa pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran oleh tentara dan polisi Myanmar.

Polisi mengtakan salah satu bom Sittwe - yang meledak sekitar pukul 4.30 pagi - meledak di halaman belakang seorang sekretaris pemerintah negara bagian, Tin Maung Swe. Ia adalah salah satu pejabat tertinggi di pemerintahan setempat. Dua bom lainnya meledak di dekat pengadilan tinggi dan kantor catatan tanah.

"Ada tersangka, tapi sekarang bukan waktunya bicara. Polisi berusaha memastikan tersangka dengan menganalisis struktur bom tersebut," ujar juru bicara polisi Kolonel Myo Thu Soe, seperti dilansir dari Reuters.

Myo Thu Soe juga mengatakan tiga bom rakitan lainnya yang tidak meledak juga telah ditemukan di kota tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS) telah menyerukan tindakan keras terhadap pembersihan etnis Rohingya, namun pemerintah pemenang Nobel Aung San Suu Kyi telah menolak penyidik PBB dan pemantau independen lainnya dari zona konflik.

Myanmar mengatakan pasukannya telah terlibat dalam kampanye yang sah melawan "teroris" Muslim.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan hari Sabtu. Akun twitter pemberontak Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army, tidak mengirimkan sesuatu yang baru pada Sabtu pagi.

Rakhine juga merupakan rumah bagi tentara Arakan, sebuah kelompok gerilyawan Rakhine.

Ketegangan meningkat di Rakhine sejak pertengahan Januari. Kala itu polisi Myanmar menembak mati tujuh demonstran, sementara 12 orang terluka di kota Mrauk U di bagian utara negara tersebut, setelah sebuah pertemuan lokal yang merayakan sebuah kerajaan Arakan Buddha kuno berubah menjadi kekerasan.

Kepala polisi Rakhine Kolonel Aung Myat Moe mengatakan kepada Reuters bahwa keamanan diperketat di kota tersebut dan polisi memeriksa jalan keluar dari Sittwe.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
1 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
2 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
2 jam yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
2 jam yang lalu
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
3 jam yang lalu
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
5 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved