Prancis Ancam Bombardir Suriah Jika Terbukti Gunakan Senjata Kimia
Rabu, 14 Februari 2018 - 13:45 WIB
Prancis Ancam Bombardir Suriah Jika Terbukti Gunakan Senjata Kimia
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyatakan, negaranya akan membombardir Suriah jika Damaskus terbukti menggunakan senjata kimia dalam dalam perang sipil yang sudah berlangsung selama hampir satu dekade tersebut.
Macron dalam beberapa kesempatan menyatakan, Suriah telah melewati garis merah dengan melakukan serangan menggunakan senjata kimia terhadap warganya sendiri
Terbaru, saat melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Macron menyatakan keprihatinannya atas tanda-tanda bahwa bom klorin telah digunakan untuk melawan warga sipil di Suriah.
"Mengenai senjata kimia, saya memberi garis merah dan saya menegaskan kembali garis merah itu. Jika kita telah membuktikan bahwa senjata kimia yang digunakan dalam perjanjian digunakan, kita akan menyerang tempat pembuatannya," kata Macron.
"Saat ini, agensi kami, angkatan bersenjata kami belum menetapkan bahwa senjata kimia, sebagaimana tercantum dalam perjanjian, telah digunakan untuk melawan penduduk sipil," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (14/2).
Pemerintah Suriah sendiri telah berulang kali menolak tudingan bahwa mereka telah menggunakan senjata kimia dan mengatakan pihaknya hanya menargetkan pemberontak bersenjata dan militan.
Macron dalam beberapa kesempatan menyatakan, Suriah telah melewati garis merah dengan melakukan serangan menggunakan senjata kimia terhadap warganya sendiri
Terbaru, saat melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Macron menyatakan keprihatinannya atas tanda-tanda bahwa bom klorin telah digunakan untuk melawan warga sipil di Suriah.
"Mengenai senjata kimia, saya memberi garis merah dan saya menegaskan kembali garis merah itu. Jika kita telah membuktikan bahwa senjata kimia yang digunakan dalam perjanjian digunakan, kita akan menyerang tempat pembuatannya," kata Macron.
"Saat ini, agensi kami, angkatan bersenjata kami belum menetapkan bahwa senjata kimia, sebagaimana tercantum dalam perjanjian, telah digunakan untuk melawan penduduk sipil," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (14/2).
Pemerintah Suriah sendiri telah berulang kali menolak tudingan bahwa mereka telah menggunakan senjata kimia dan mengatakan pihaknya hanya menargetkan pemberontak bersenjata dan militan.
(esn)