AS dan Thailand Latihan Perang Terbesar, Militer Myanmar Diundang

Selasa, 13 Februari 2018 - 15:52 WIB
AS dan Thailand Latihan...
AS dan Thailand Latihan Perang Terbesar, Militer Myanmar Diundang
A A A
BANGKOK - Kekuatan terbesar Amerika Serikat (AS) di Asia bergabung dalam latihan militer tahunan di Thailand pada hari Selasa (13/2/2018). Namun, latihan perang terbesar di kawasan tersebut memicu kontroversi karena junta Thailand mengundang militer Myanmar yang sedang jadi sorotan dunia karena dituduh membantai etnis Rohingya.

AS pernah mengurangi kehadiran pasukannya dalam Cobra Gold, latihan militer multilateral terbesar di Asia, setelah kudeta militer Thailand tahun 2014. Namun, hubungan antara junta Thailand dan AS telah membaik di era Presiden Donald Trump.

Kehadiran 6.800 personel AS—yang hampir dua kali lipat dari jumlah tahun lalu dalam latihan perang Cobra Gold—adalah demonstrasi “otot” yang berkelanjutan oleh Amerika di kawasan Asia, di mana militer China juga telah tumbuh semakin kuat.

Latihan perang tahunan Cobra Gold telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade. Latihan perang tahun ini akan dihadiri oleh sekitar 11.075 personel militer dari 29 negara.

”Latihan ini merupakan latihan multilateral terbesar di wilayah Indo-Pasifik, yang berbicara dengan komitmen AS di wilayah ini,” kata Steve Castonguay, juru bicara Kedutaan Besar AS di Bangkok, kepada Reuters.

Castonguay mengonfirmasi kehadiran personel militer Myanmar dalam jumlah besar pada upacara pembukaan latihan perang Cobra Gold. Namun, dia memastikan bahwa Myanmar tidak akan berpartisipasi dalam latihan perang apa pun.

AS telah mendorong pemulihan demokrasi di Thailand, sekutu regional tertua Washington.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha telah menjanjikan pemilu akan digelar pada bulan November tahun ini, namun junta Thailand pada bulan lalu mengumumkan bahwa pelaksanaan pemilu dapat ditunda sampai Februari 2019.
(mas)
Berita Terkait
Jual Rudal ke Pemberontak...
Jual Rudal ke Pemberontak Myanmar, Bos Yakuza Ditangkap
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Bertanggung Jawab Atas...
Bertanggung Jawab Atas Kudeta, AS Sanksi 10 Pejabat Myanmar
AS Mengaku Terganggu...
AS Mengaku Terganggu dengan Laporan Polisi Tembaki Demonstran Myanmar
Kabur dari Keganasan...
Kabur dari Keganasan Junta, Warga Myanmar Minta Perlindungan Milisi
AS Kesampingkan Solusi...
AS Kesampingkan Solusi Militer untuk Akhiri Kudeta di Myanmar
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
26 menit yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
1 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
1 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
2 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
4 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved