Tim Penyelamat Masih Cari Lima Korban Hilang
Sabtu, 10 Februari 2018 - 11:23 WIB
Tim Penyelamat Masih Cari Lima Korban Hilang
A
A
A
JAKARTA - Operasi penyelamatan korban gempa di Taiwan mulai dikurangi kemarin setelah korban tewas yang ditemukan berjumlah 12 orang dan 5 orang masih hilang.
Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang kota wisata Hualien pekan ini. Lebih dari 270 orang terluka saat gempa terjadi pada Selasa (6/2) dini hari di kota pantai timur tersebut. Gempa itu merobohkan empat gedung, merusak jalanan, dan membuat panik 100.000 warga kota itu.
Setelah gempa utama, terjadi lebih dari 200 gempa susulan hingga mempersulit upaya penyelamatan saat para personel darurat harus terus bekerja kala hujan dan cuaca dingin. Tim penyelamat harus masuk ke dalam reruntuhan gedung dan bangunan yang miring untuk menemukan para korban.
Upaya penyelamatan dikurangi kemarin meski ada lima warga China yang masih hilang setelah dua jasad berhasil dikeluarkan dari puing. Dua jasad itu dikeluarkan dari gedung permukiman 12 lantai yang miring 45 derajat ke sisi kiri itu.
Otoritas menyatakan mereka memfokuskan pencarian di satu gedung tempat lima orang yang hilang itu diyakini berada. “Militer akan terus memprioritaskan hari ini menyelamatkan orang hilang di gedung permukiman Yun Men Tsui Ti,” papar otoritas Taiwan seperti dikutip Reuters. Posisi gedung menyulitkan tim pencari dalam bekerja.
“Ruang untuk operasi kami kecil sehingga kemajuan dalam pencarian dan penyelamatan dalam lambat,” ungkap otoritas Taiwan. Aliran listrik telah kembali pulih di semua wilayah yang terdampak gempa di Hualien meski 8.500 rumah masih tidak mendapat pasokan air.
Militer akan bekerja sama dengan pejabat pemerintah lokal untuk menyusun rencana menghancurkan satu hotel, satu gedung permukiman, dan gedung-gedung dengan kondisi berbahaya akibat gempa. Pemerintah berjanji meningkatkan upaya merevisi regulasi gedung yang bertujuan membatasi kerusakan jika di masa depan terjadi gempa lagi.
“Taiwan telah merevisi undang-undang pembangunan pada 30 Januari untuk memperkuat investigasi struktur pada gedung-gedung yang ada dan inspeksi pada proyek-proyek yang telah selesai,” ungkap pernyataan Kementerian Dalam Negeri Taiwan. Revisi itu diperkirakan dibahas dalam rapat kabinet pada akhir Februari.
Mereka juga akan meminta pendapat dari pihak ketiga dalam penilaian gedung. Pemerintah menambahkan, pihaknya akan mendorong rekonstruksi gedung-gedung tua untuk menjadikannya tahan gempa dan meningkatkan keamanan struktur lain di wilayah terdampak gempa. (Syarifudin)
Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang kota wisata Hualien pekan ini. Lebih dari 270 orang terluka saat gempa terjadi pada Selasa (6/2) dini hari di kota pantai timur tersebut. Gempa itu merobohkan empat gedung, merusak jalanan, dan membuat panik 100.000 warga kota itu.
Setelah gempa utama, terjadi lebih dari 200 gempa susulan hingga mempersulit upaya penyelamatan saat para personel darurat harus terus bekerja kala hujan dan cuaca dingin. Tim penyelamat harus masuk ke dalam reruntuhan gedung dan bangunan yang miring untuk menemukan para korban.
Upaya penyelamatan dikurangi kemarin meski ada lima warga China yang masih hilang setelah dua jasad berhasil dikeluarkan dari puing. Dua jasad itu dikeluarkan dari gedung permukiman 12 lantai yang miring 45 derajat ke sisi kiri itu.
Otoritas menyatakan mereka memfokuskan pencarian di satu gedung tempat lima orang yang hilang itu diyakini berada. “Militer akan terus memprioritaskan hari ini menyelamatkan orang hilang di gedung permukiman Yun Men Tsui Ti,” papar otoritas Taiwan seperti dikutip Reuters. Posisi gedung menyulitkan tim pencari dalam bekerja.
“Ruang untuk operasi kami kecil sehingga kemajuan dalam pencarian dan penyelamatan dalam lambat,” ungkap otoritas Taiwan. Aliran listrik telah kembali pulih di semua wilayah yang terdampak gempa di Hualien meski 8.500 rumah masih tidak mendapat pasokan air.
Militer akan bekerja sama dengan pejabat pemerintah lokal untuk menyusun rencana menghancurkan satu hotel, satu gedung permukiman, dan gedung-gedung dengan kondisi berbahaya akibat gempa. Pemerintah berjanji meningkatkan upaya merevisi regulasi gedung yang bertujuan membatasi kerusakan jika di masa depan terjadi gempa lagi.
“Taiwan telah merevisi undang-undang pembangunan pada 30 Januari untuk memperkuat investigasi struktur pada gedung-gedung yang ada dan inspeksi pada proyek-proyek yang telah selesai,” ungkap pernyataan Kementerian Dalam Negeri Taiwan. Revisi itu diperkirakan dibahas dalam rapat kabinet pada akhir Februari.
Mereka juga akan meminta pendapat dari pihak ketiga dalam penilaian gedung. Pemerintah menambahkan, pihaknya akan mendorong rekonstruksi gedung-gedung tua untuk menjadikannya tahan gempa dan meningkatkan keamanan struktur lain di wilayah terdampak gempa. (Syarifudin)
(nfl)