AS Ingin Jet Tempur F-35 Bisa Tembakkan Senjata Nuklir

Sabtu, 03 Februari 2018 - 12:25 WIB
AS Ingin Jet Tempur...
AS Ingin Jet Tempur F-35 Bisa Tembakkan Senjata Nuklir
A A A
WASHINGTON - Dokumen Nuclear Posture Review (NPR) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang resmi dirilis hari Jumat merekomendasikan pesawat jet tempur F-35 memiliki kemampuan untuk menembakkan senjata nuklir.

”Memodernisasi (pesawat) tempur pembom dual-capable kami dengan pesawat tempur F-35 generasi mendatang akan mempertahankan kekuatan postur pencegahan NATO dan mempertahankan kemampuan kita untuk terus menggunakan senjata nuklir, jika situasi keamanan menuntutnya,” bunyi dokumen yang disusun oleh kantor Kementerian Pertahanan AS.

Dokumen tersebut menjelaskan bahwa Washington hanya akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir dalam keadaan ekstrem untuk mempertahankan kepentingan vital AS, sekutu dan mitranya.

Baca Juga: Waswas Senjata Rusia, Dalih AS Ekspansi Kemampuan Nuklirnya

Namun, lanjut dokumen NPR, keadaan ekstrem tersebut bisa mencakup serangan strategis non-nuklir terhadap AS atau kepentingannya.

Pada awal pekan ini, Pentagon kembali melaporkan bahwa serangan siber yang menghancurkan bisa diimbangi oleh serangan nuklir di bawah kebijakan baru tersebut.

F-35 memiliki sejarah kesulitan teknis yang panjang dengan anggaran yang membengkak. Sekadar diketahui, jet tempur generasi kelima itu pada saat ini tidak memiliki kemampuan untuk menembakkan senjata nuklir.

Baca Juga: Rusia Kembangkan Torpedo Hipersonik Nuklir Juga Diusik AS

Namun para komandan yang terlibat dalam Kantor Program F-35 memperkirakan kemampuannya untuk menembakkan senjata nuklir akan terjadi antara tahun 2020 dan 2022.

“Pasti memungkinkan untuk mempercepat timeline guna menerapkan senjata nuklir di pesawat jika kebutuhan itu muncul,” kata pejabat Angkatan Udara AS, Jenderal Scott Pleus, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (3/2/2018).

Menurut dokumen NPR, secara khusus, F-35 akan mengambil tanggung jawab dari pesawat tempur F-15E untuk membawa bom gravitasi B-6.

“Kekuatan nuklir non-strategis saat ini terdiri dari bom B61 yang relatif kecil yang dibawa oleh F-15E dan pesawat berkemampuan ganda (DCA),” lanjut dokumen NPR, merujuk pada ketergantungan terhadap jet tempur F-15 untuk melakukan misi pemboman.

”Amerika Serikat menggabungkan kemampuan nuklir pada F-35, dapat digunakan sebagai pengganti DCA yang sedang menua,” imbuh dokumen NPR. ”Bersamaan dengan program life extension untuk bom B-6, ini akan menjadi kontributor utama stabilitas pencegahan regional yang terus berlanjut dan memberi kepastian (keamanan) bagi sekutu.”
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Pendukung Trump dan...
Pendukung Trump dan Massa Anti-Trump Bentrok di Washington DC
Berita Terkini
Siapa yang Jadi Pemenang...
Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
44 menit yang lalu
Siapa Sultan Hassanal...
Siapa Sultan Hassanal Bolkiah? Raja Brunei yang Punya Koleksi Ribuan Mobil
1 jam yang lalu
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
3 jam yang lalu
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
3 jam yang lalu
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
4 jam yang lalu
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
6 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved