Sebelum Dibunuh, Kakak Tiri Kim Jong-un Bertemu Agen Intelijen AS

Selasa, 30 Januari 2018 - 09:52 WIB
Sebelum Dibunuh, Kakak...
Sebelum Dibunuh, Kakak Tiri Kim Jong-un Bertemu Agen Intelijen AS
A A A
KUALA LUMPUR - Kim Jong-nam, 45, kakak tiri diktator muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, yang tewas diserang racun di Kuala Lumpur dilaporkan pernah bertemu dengan seorang agen intelijen Amerika Serikat (AS) di Malaysia.

Pertemuan yang terjadi beberapa hari sebelum kematiannya itu untuk membahas rencana penggulingan Kim Jong-un.

China dilaporkan telah secara serius mempertimbangkan sebuah rencana untuk menggantikan Kim Jong-un dengan saudara tirinya itu demi melayani kepentingan strategis AS dan China.

Anak laki-laki Kim Jong-nam yang jadi target percobaan pembunuhan di Korut juga telah memberikan teori bahwa anggota keluarga Kim yang lainnya dapat digunakan untuk menggulingkan Kim Jong-un dalam sebuah kudeta.

Kakak tiri diktator Korut itu tewas di Bandara Internasional Kuala Lumpur II pada 13 Februari 2017. Dia tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah diserang dua perempuan dengan cairan yang oleh polisi Malaysia dinyatakan sebagai racun VX.

Kedua perempuan yang kini dipenjara di Malaysia adalah Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam. Keduanya mengaku ditipu seseorang yang diduga agen intelijen Korut. Mereka menjalankan adegan lelucon berbayar untuk tayangan televisi, dan tidak tahu jika adegan itu untuk membunuh kakak tiri Kim Jong-un.

Seorang pejabat polisi Malaysia dalam pengadilan hari Senin (29/1/2018), mengatakan beberapa hari sebelum Kim Jong-nam dibunuh, korban bertemu dengan seorang pejabat intelijen AS di sebuah pulau di Malaysia.

Kesaksian petugas polisi ini mengonfirmasi laporan Asahi Shimbun pada Mei 2017. Laporan itu mengulas pertemuan Kim Jong-nam dengan orang Korea-Amerika yang oleh pejabat Malaysia dicurigai sebagai seorang agen intelijen AS.

Menurut laporan tersebut, keduanya bertemu pada tanggal 9 Februari. Komputer Kim Jong-nam memuat sebuah rekaman yang oleh beberapa pihak diduga digunakan untuk merilis informasi penting ke agen intelijen AS.

Laporan media Jepang itu juga dilengkapi sebuah foto yang menunjukkan dua pertemuan tersebut, meskipun wajah sosok yang diduga agen intelijen AS dipotong. Pada hari Senin, pejabat polisi Malaysia mengonfirmasi pertemuan tersebut memang terjadi.

Empat hari kemudian, Kim Jong-nam meninggal oleh serangan racun, di mana Siti Aisyah dan Doan Thi Huong dijadikan tersangka.

Mengapa bertemu agen AS?

Laporan soal pertemuan dengan agen intelijen AS itu kontra dengan laporan perihal kehidupan Kim Jong-nam selama ini. Dia sebelumnya digambarkan sebagai seorang penjudi yang tidak berambisi untuk memerintah Korut, apalagi menyingkirkan adik tirinya dari kekuasaan.

Pada usia 34 tahun, Kim Jong-un bisa memimpin Korea Utara selama tiga sampai lima dekade berikutnya. Sementara kepemimpinannya membuat jelas permusuhannya terhadap AS. Kim Jong-un juga bukan penggemar China, meski kedua negara merupakan sekutu lama.

Mengutip tiga sumber, Nikkei Asian Review melaporkan pada Agustus 2017 bahwa pejabat tinggi pemerintah di China dan Korea Utara secara serius mempertimbangkan sebuah rencana untuk menggulingkan Kim Jong-un pada tahun 2012. Namun komplotan tersebut dilaporkan gagal dan menyebabkan paman Kim Jong-un yakni diduga terlibat dieksekusi.

Tidak seperti pendahulunya, Kim Jong-un tidak pernah mengunjungi Beijing. Kim Jong-un belum pernah bertemu dengan kepala negara lainnya, dan dianggap tidak diawasi Beijing sebagai sekutu utama. Sementara itu, Pyongyang justru terus mengancam AS dengan senjata nuklir.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
28 menit yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
1 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
2 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved