100.000 Pengungsi Rohingya Terancam Kena Tanah Longsor

Selasa, 30 Januari 2018 - 07:46 WIB
100.000 Pengungsi Rohingya...
100.000 Pengungsi Rohingya Terancam Kena Tanah Longsor
A A A
BANGLADESH - Saat ini ada lebih dari 900.000 Rohingya di wilayah Cox's Bazar, Bangaldesh, setelah 688.000 orang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar pada Agustus lalu. Para pekerja bantuan menyatakan, kamp-kamp yang menampung pengungsi baru sepenuhnya tidak memadai.

“Peta risiko tanah longsor dan banjir menunjukkan sedikitnya 100.000 orang dalam bahasa dari risiko ini dan memerlukan relokasi ke wilayah baru atau di wilayah terdekat dari mereka tinggal sekarang,” papar laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dikutip kantor berita Reuters.

Laporan itu menyatakan, “Kurangnya tempat menjadi tantangan utama untuk tempat itu saat lokasi itu sangat padat sehingga menciptakan kondisi hidup yang sulit dengan tanpa ruang untuk berbagai fasilitas layanan.”

Selain itu, kepadatan pengungsi meningkatkan risiko perlindungan dan memudahkan wabah penyakit seperti dipteri yang sekarang terjadi di sebagian besar kamp. Meskipun program vaksin cepat dapat mengurangi risiko kolera dan difteri. Namun, telah terjadi sekitar 4.865 kolera dan diduga 35 orang meninggal dunia akibat difteri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan vaksinasi terhadap 500.000 Rohingya untuk melawan dipteri. Petugas medis telah memberi dosis kedua vaksin pada 350.000 anak. WHO juga memiliki 2.500 dosis anti-toxin yang jumlahnya sangat terbatas secara global, untuk merawat dampak mematikan dari penyakit itu.

Meski demikian, muncul kekhawatiran baru. Laporan PBB menyatakan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa pekan terakhir. Para pengungsi Rohingya dan warga lokal tidak pernah diberi vaksin untuk melawan penyakit sangat menular yang dapat mengakibatkan komplikasi sepreti meningitis.

Sebagian besar pengungsi Rohingya, atau hampir 585.000 orang tinggal di wilayah padat yang disebut Kutupalong- Balukhali.

“Sebagian besar lahan itu tidak layak untuk pemukiman manusia karena berisiko banjir dan tanah longsor serta sudah padat dan berada pada kemiringan yagn tinggi. Banjir dan tanah longsor pada musim hujan nanti akan menciptakan situasi yang buruk itu semakin parah,” ungkap laporan PBB.

“Penilaian terbaru menunjukkan semua jalan di kamp itu tidak akan dapat dilalui truk-truk. Program Pangan Dunia (WFP) mempertimbangkan menggunakan jasa tukang angkut untuk mendistribusikan makanan,” papar hasil rapat sejumlah badan bantuan untuk membahas logistik pada 24 Januari.

Langkah pemerintah Bangladesh mengalokasikan 809 hektar untuk kamp baru di Ukhia telah mendorong banyak pengungsi pindah ke sana sebelum semua siap dibangun. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
20 menit yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
1 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
5 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
9 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
10 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved