Duterte Nasihati Suu Kyi: Abaikan Aktivis HAM, Mereka Berisik

Senin, 29 Januari 2018 - 07:40 WIB
Duterte Nasihati Suu...
Duterte Nasihati Suu Kyi: Abaikan Aktivis HAM, Mereka Berisik
A A A
NEW DELHI - Presiden Filipina Rodridgo Duterte merasa kasihan dengan pemimin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi yang dihujat para aktivis pembela hak asasi manusia (HAM) terkait krisis Rohingya. Duterte menasihati Suu Kyi agar mengabaikan aktivis HAM yang dia sebut berisik.

Sepanjang menjabat sebagai presiden selama 18 bulan ini, Duterte cenderung mengabaikan pendapat para aktivis HAM. Dia secara terus-menerus menghadapi kritik atas pembunuhan di luar hukum dalam perang anti-narkoba yang dia kobarkan.

Sedangkan Suu Kyi yang saat ini berposisi sebagai Penasihat Negara Myanmar dihujat para aktivis HAM karena dianggap tidak berbuat banyak untuk menghentikan kekerasan militer terhadap etnis minoritas Rohingya yang memicu krisis kemanusiaan yang disorot dunia. Padahal, Suu Kyi merupakan pemimpin Myanmar, peraih Nobel Perdamaian dan ikon pro-demokrasi.

Berbicara di sebuah forum bisnis di Ibu Kota India, New Delhi, Duterte mengatakan, "Kami sedang membicarakan negara kita, kepentingan negara kita dan saya berkata 'jangan pedulikan (aktivis) hak asasi manusia, mereka hanya benar-benar berisik'.”

Baik Duterte maupun Suu Kyi termasuk di antara beberapa pemimpin Asia yang diundang oleh Perdana Menteri India Narendra Modi untuk perayaan Hari Republik di negara itu pada hari Jumat, 26 Januari.

”Saya mengasihani dia karena dia tampaknya tertangkap di tengah predikat menjadi pemenang Hadiah Nobel untuk perdamaian dan ini, sekarang ribut, dia sangat dikritik,” kata Duterte dalam pidatonya, seperti dikutip IB Times, Senin (29/1/2018).

Sebelumnya, Duterte mengkritik peran PBB dalam beberapa satu dekade terakhir.”(Badan) ini tidak mencegah perang, tidak mencegah pembantaian. Dan di sini, saya berusaha melindungi negara saya,” ujarnya.

Suu Kyi sendiri pernah mengklaim bahwa masyarakat global disesatkan oleh informasi berlebihan yang disodorkan kelompok HAM terkait krisis di negara bagian Rakhine.
(mas)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
16 menit yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
1 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
5 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
6 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
6 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
8 jam yang lalu
Infografis
Erik ten Hag Dipecat...
Erik ten Hag Dipecat Usai Manchester United Dihajar West Ham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved