Pejabat Bangladesh: Ada Kebakaran Besar dan Tembakan di Rakhine

Selasa, 23 Januari 2018 - 22:00 WIB
Pejabat Bangladesh:...
Pejabat Bangladesh: Ada Kebakaran Besar dan Tembakan di Rakhine
A A A
COXS BAZAR - Seorang pejabat pemerintah Bangladesh mengatakan sebuah kebakaran besar terjadi di sebuah desa di negara bagian Rakhine, Myanmar, pada hari Selasa (23/1/2018). Dia juga mengaku mendengar suara tembakan di wilayah yang dilanda konflik tersebut.

Laporan ini muncul di saat pihak berwenang Bangladesh ingin memulangkan para pengungsi Rohingya, namun ditunda.

Pejabat senior di perbatasan Bangladesh tersebut mengatakan kobaran api besar terlihat pada Senin malam di sebuah desa yang ditinggalkan penduduknya. Kobaran api itu terlihat dari Tombru, sebuah pos perbatasan di Distrik Cox's Bazar. Pejabat itu berbicara dalam kondisi anonim.

Dia meyakini, kebakaran besar itu berasar dari rumah-rumah warga Rohingya yang dibakar. Menurutnya, wilayah perbatasan di Rakhine masih dikuasai oleh pasukan Myanmar.

Sebelum melihat kobaran api, dia mengaku mendengar beberapa tembakan. Laporan itu tidak memungkinkan untuk diverifikasi secara independen karena Myanmar masih membatasi akses wartawan dan aktivis ke wilayah tersebut.

Abul Naser, 42, seorang pengungsi Rohingya yang tinggal di dekat perbatasan juga mengaku melihat kobaran api dan asap.

”Mereka mencoba mengirim pesan kepada kami, mereka mencoba menakut-nakuti kami sehingga kami tidak pernah kembali,” katanya, merujuk pada pasukan Myanmar.

Rekaman video kobaran api di Rakhine langsung menyebar cepat menyebar di antara pengungsi Rohingya di Bangladesh melalui media sosial. Sebagian dari mereka menyalahkan pasukan keamanan Myanmar.

”Api dirancang untuk menghancurkan sisa-sisa rumah Rohingya yang tersisa sehingga kami tidak bisa kembali ke desa kami,” kata Rafique bin Habib, seorang aktivis dari minoritas Muslim yang teraniaya, seperti dikutip AFP.

Dia mengatakan tanpa rumah, orang Rohingya yang kembali di bawah kesepakatan repatriasi yang kontroversial tersebut akan ditolak aksesnya ke tanah leluhur mereka dan dipaksa tinggal di kamp-kamp pengungsian.

Pengungsi Rohingya di Bangladesh menuduh rumah-rumah mereka telah dirusak oleh tentara Myanmar dan massa Buddha selama kekerasan beberapa bulan lalu, yang oleh PBB disamakan dengan pembersihan etnis.

Hampir 690.000 warga Muslim Rohingya telah melarikan diri dari negara bagian Rakhine ke Bangladesh sejak Agustus setelah operasi militer diluncurkan tentara Myanmar. Operasi militer dilakukan sebagai respons atas serangan kelompok militan Rohingya terhadap pos-pos polisi yang menewaskan belasan petugas.

Bangladesh dan Myanmar sejatinya sudah sepakat bahwa pada hari ini ratusan ribu pengungsi Rohingya dipulangkan ke Rakhine. Namun, proses pemulangan ditunda karena menurut pihak Bangladesh kedua belah pihak belum siap melakukan usaha besar tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Puluhan Ribu Pengungsi...
Puluhan Ribu Pengungsi Rohingya di Bangladesh Berdemo Minta Dipulangkan
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
1 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
2 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
2 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
2 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
3 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved