Prancis Sebut Iran Tak Hormati Resolusi PBB
Senin, 22 Januari 2018 - 21:13 WIB
Prancis Sebut Iran Tak Hormati Resolusi PBB
A
A
A
PARIS - Prancis menuduh Iran tidak menghormati bagian dari resolusi PBB, yang menyerukan kepada Teheran untuk tidak melakukan pekerjaan rudal balistik yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir.
Berbicara saat tiba di pertemuan Menteri Luar Negeri Eropa di Brussels, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian juga mengatakan bahwa anggota Uni Eropa (UE) akan mengulangi keprihatinan mereka atas kegiatan Iran di Yaman, Lebanon dan Suriah, yang dia gambarkan sebagai destabilisasi.
"Kami juga memiliki kesempatan untuk menggarisbawahi ketegasan kita terhadap kepatuhan Iran terhadap resolusi 2231 PBB, yang membatasi akses terhadap kapasitas balistik, sesuatu yang tidak dihormati oleh Iran," kata Le Drian.
Di bawah resolusi PBB mengenai kesepakatan nuklir 2015 dengan Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat (AS), Iran "diminta" untuk tidak melakukan pekerjaan pada rudal balistik yang dirancang untuk mengirimkan senjata nuklir hingga delapan tahun ke depan.
Beberapa negara, khususnya AS mengatakan ungkapan ini tidak menjadikannya sebuah komitmen wajib, yang benar-benar harus dipatuhi oleh Iran.
Iran sendiri sejatinya telah berulang kali mengatakan bahwa program rudalnya murni adalah senjata pertahanan dan menolak bahwa mereka dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir.
Berbicara saat tiba di pertemuan Menteri Luar Negeri Eropa di Brussels, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian juga mengatakan bahwa anggota Uni Eropa (UE) akan mengulangi keprihatinan mereka atas kegiatan Iran di Yaman, Lebanon dan Suriah, yang dia gambarkan sebagai destabilisasi.
"Kami juga memiliki kesempatan untuk menggarisbawahi ketegasan kita terhadap kepatuhan Iran terhadap resolusi 2231 PBB, yang membatasi akses terhadap kapasitas balistik, sesuatu yang tidak dihormati oleh Iran," kata Le Drian.
Di bawah resolusi PBB mengenai kesepakatan nuklir 2015 dengan Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat (AS), Iran "diminta" untuk tidak melakukan pekerjaan pada rudal balistik yang dirancang untuk mengirimkan senjata nuklir hingga delapan tahun ke depan.
Beberapa negara, khususnya AS mengatakan ungkapan ini tidak menjadikannya sebuah komitmen wajib, yang benar-benar harus dipatuhi oleh Iran.
Iran sendiri sejatinya telah berulang kali mengatakan bahwa program rudalnya murni adalah senjata pertahanan dan menolak bahwa mereka dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir.
(esn)