Filipina Bela Kapal Perang AS yang Diprotes China

Senin, 22 Januari 2018 - 10:34 WIB
Filipina Bela Kapal...
Filipina Bela Kapal Perang AS yang Diprotes China
A A A
MANILA - Pejabat tinggi pertahanan Filipina membela kapal perang Amerika Serikat (AS) yang patroli di dekat area sengketa di Laut China Selatan. Kapal perang itu diprotes China karena dianggap melanggar kedulatan Beijing di wilayah itu.

”Tidak, selama mereka berada di jalur yang tidak salah. Hukum internasional mengizinkan bagian yang tidak salah bahkan di perairan teritorial,” kata Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana.

Kapal perang AS, USS Hopper yang dilengkapi peluncur rudal muncul dalam jarak 22 kilometer dari Panatag Shoal—versi Beijing Pulau Huangyan—pada Rabu (17/1/2018) malam. China marah dan menuding kapal perang melanggar kedaulatannya.

Pulau di Laut China Selatan itu jadi sengketa setelah sama-sama diklaim oleh Beijing dan Manila.

Baca: Kapal Perang AS Dituduh Langgar Kedaulatan China

Beijing memprotes dan menyatakan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatannya.

Secara internasional Panatag Shoal yang dikenal sebagai Scarborough Shoal, terletak 230 km barat Provinsi Zambales, berada di zona ekonomi eksklusif Filipina.

Seorang profesor hukum maritim di University of the Philippines (UP) mengatakan bahwa kehadiran kapal perang AS di wilayah tersebut legal dan Manila harus memprotes klaim teritorial Beijing.

”Tidak, kehadiran kapal perang AS di daerah tersebut tidak ilegal. USS Hopper menjalankan kebebasan navigasi melalui Laut China Selatan,” kata Jay Batongbacal, Direktur UP Institute for Maritime Affairs and Law of the Sea, seperti dikutip Inquirer, Senin (22/1/2018).

“(Filipina) harus peduli dan memprotes pernyataan China mengenai kedaulatan atas Scarborough Shoal, dan dugaan ancaman keamanan China di terumbu yang lebih dari (744 kilometer) jauhnya dari pantai daratan China,” ujarnya.

Namun Malacanang (Istana Kepresidenan Filipina) mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin menjadi bagian dari pertengkaran terakhir antara Beijing dan Washington.

”Kami tidak ingin menjadi bagian dari intramural AS-China. AS dapat menjaga kepentingannya,” kata juru bicara kepresidenan Harry Roque dalam sebuah pesan teks.
(mas)
Berita Terkait
Sengketa Terumbu Karang,...
Sengketa Terumbu Karang, Filipina Panggil Duta Besar China
Bela Filipina, Militer...
Bela Filipina, Militer AS Janji Lawan Perilaku Agresif China
China Peringatkan Filipina:...
China Peringatkan Filipina: Jangan Bawa Serigala ke dalam Rumah!
Konsolidasi Hadapi China,...
Konsolidasi Hadapi China, Militer Filipina dan AS Gelar Latihan Perang Tahunan
Kapal China Tembakkan...
Kapal China Tembakkan Meriam Air ke Kapal Filipina, AS Siap Pasang Badan
Tegang! Kapal Patroli...
Tegang! Kapal Patroli Filipina dan China Hampir Tabrakan di Laut China Selatan
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
31 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved