Yordania Sebut Israel Meminta Maaf Atas Pembunuhan 2 Warganya
Jum'at, 19 Januari 2018 - 04:34 WIB
Yordania Sebut Israel Meminta Maaf Atas Pembunuhan 2 Warganya
A
A
A
AMMAN - Yordania mengatakan bahwa Israel telah meminta maaf secara resmi atas insiden di kedutaan negara Zionis itu pada bulan Juli tahun lalu. Saat itu, dua warga Yordania tewas di tangan petugas keamanan yang berujung pada penutupan kedutaan Israel di Amman.
Juru bicara pemerintah Mohammad al Momani mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Israel telah mengirim sebuah memorandum di mana menyatakan penyesalan dan permintaan maaf yang mendalam atas insiden di kedutaan tersebut. Israel juga berjanji untuk mengambil langkah hukum dalam kasus tersebut seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/1/2018).
Baca juga:
Penembakan Kedutaan Israel di Yordania, Satu Tewas
Yordania telah mengatakan bahwa tidak akan mengizinkan Israel membuka kembali kedutaan besarnya di Amman sampai mereka telah melakukan proses hukum terhadap petugas keamanan Israel.
Yordania berpendapat bahkan jika penjaga keamanan memiliki kekebalan diplomatik, tidak berarti dia tidak dapat dihukum.
Kedutaan tersebut ditutup tak lama setelah Israel buru-buru memulangkan penjaga tersebut di bawah kekebalan diplomatik untuk mencegah otoritas Yordania menginterogasinya dan melakukan tindakan hukum terhadapnya. Duta Besar Israel dan staf kedutaan pun ditarik keluar dari negara itu.
Baca juga:
Takut Aksi Balasan, Staf Kedutaan Israel di Yordania Dipulangkan
Pejabat Yordania telah memperlakukan penembakan tersebut sebagai kasus kriminal dan mengatakan bahwa kedua orang Yordania yang tidak bersenjata tersebut, satu orang saksi mata dan satu pekerja remaja lainnya, terbunuh dengan darah dingin oleh petugas bersenjata tersebut.
Israel mengatakan, penjaga bersenjata tersebut melepaskan tembakan setelah diserang dan dilukai ringan oleh pekerja tersebut, yang mengantarkan perabotan ke rumahnya di dalam kompleks kedutaan, dan bertindak untuk membela diri, dalam apa yang oleh pejabat Israel disebut "serangan teroris".
Juru bicara pemerintah Mohammad al Momani mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Israel telah mengirim sebuah memorandum di mana menyatakan penyesalan dan permintaan maaf yang mendalam atas insiden di kedutaan tersebut. Israel juga berjanji untuk mengambil langkah hukum dalam kasus tersebut seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/1/2018).
Baca juga:
Penembakan Kedutaan Israel di Yordania, Satu Tewas
Yordania telah mengatakan bahwa tidak akan mengizinkan Israel membuka kembali kedutaan besarnya di Amman sampai mereka telah melakukan proses hukum terhadap petugas keamanan Israel.
Yordania berpendapat bahkan jika penjaga keamanan memiliki kekebalan diplomatik, tidak berarti dia tidak dapat dihukum.
Kedutaan tersebut ditutup tak lama setelah Israel buru-buru memulangkan penjaga tersebut di bawah kekebalan diplomatik untuk mencegah otoritas Yordania menginterogasinya dan melakukan tindakan hukum terhadapnya. Duta Besar Israel dan staf kedutaan pun ditarik keluar dari negara itu.
Baca juga:
Takut Aksi Balasan, Staf Kedutaan Israel di Yordania Dipulangkan
Pejabat Yordania telah memperlakukan penembakan tersebut sebagai kasus kriminal dan mengatakan bahwa kedua orang Yordania yang tidak bersenjata tersebut, satu orang saksi mata dan satu pekerja remaja lainnya, terbunuh dengan darah dingin oleh petugas bersenjata tersebut.
Israel mengatakan, penjaga bersenjata tersebut melepaskan tembakan setelah diserang dan dilukai ringan oleh pekerja tersebut, yang mengantarkan perabotan ke rumahnya di dalam kompleks kedutaan, dan bertindak untuk membela diri, dalam apa yang oleh pejabat Israel disebut "serangan teroris".
(ian)