Marriott Sebut Hong Kong, Taiwan dan Tibet Negara, China Marah

Jum'at, 12 Januari 2018 - 02:59 WIB
Marriott Sebut Hong...
Marriott Sebut Hong Kong, Taiwan dan Tibet Negara, China Marah
A A A
SHANGHAI - Pemerintah China marah dan meluncurkan penyelidikan terhadap jaringan hotel Marriott di Shanghai menyebut Hong Kong, Taiwan dan Tibet sebagai negara. Penyebutan itu muncul dalam kuesioner hotel untuk para pelanggan.

Kepolisian Shanghai mengatakan, penyelidikan terhadap kuesioner berbahasa Mandarin dari Marriott Shanghai Huangpu Hotel dilakukan untuk memastikan apakah ada pelanggaran Undang-Undang tentang Adverting dan Keamanan Siber Nasional atau tidak.

“Regulator pada urusan dunia maya dan biro pengawasan di Huangpu (distrik Shanghai) telah memperhatikan insiden Marriott International yang mencantumkan Daerah Otonomi Tibet, China, sebagai sebuah negara dan mengadakan pertemuan dengan pemimpin pada hari Selasa dan Rabu,” kata Kepolisian Shanghai dalam sebuah pernyataan.

Kehebohan itu bermula dari para pelanggan hotel Marriott yang mengaku telah menerima email. Isinya berupa undangan untuk berpartisipasi dalam sebuah survei. Ketika menyetujui, para pelanggan itu mulai mengisi informasi tentang distrik tempat tinggal mereka. Mereka menemukan berbagai pilihan termasuk Hong Kong, Macau, Taiwan dan Tibet dengan status negara.

Survei itu memicu kemarahan dari netizen atau warganet China. Mereka menyerukan agar jaringan hotel internasional itu diboikot.

Sementara itu, pihak Marriott mengaku sangat menyesal atas kesalahan dalam kuesioner tersebut. ”Manajemen menyadari bahwa kesalahan tersebut akan sangat mengecewakan pelanggan China kami,” kata pihak Marriott dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Weibo.

“Untuk saat ini, kami telah menangguhkan kuesioner dan (akan) memperbaiki pilihannya sekaligus,” lanjut pihak hotel tersebut, yang dikutip dari Global Times, Jumat (12/1/2018).

Tiga dari empat wilayah yang disebutkan dalam survei tersebut adalah daerah otonom China, yakni Hong Kong, Macau dan Tibet. Sedangkan Taiwan menganggap dirinya sebagai negara yang berdaulat.

Namun, Beijing tidak pernah mengakui Taiwan sebagai negara dan menganggapnya sebagai provinsinya yang membangkang.
(mas)
Berita Terkait
Siap Tampung Warga Hong...
Siap Tampung Warga Hong Kong, China Ancam Taiwan
Menolak Bersumpah Satu...
Menolak Bersumpah Satu China, Perwakilan Taiwan Tinggalkan Hong Kong
Taiwan Buka Kantor untuk...
Taiwan Buka Kantor untuk Bantu Warga yang Kabur dari Hong Kong
Taipei: China Ingin...
Taipei: China Ingin 'Hong Kong'-kan Taiwan
China Latihan Rudal,...
China Latihan Rudal, Pesawat Taiwan Ditolak Masuk Hong Kong
Anak-anak Muda di Thailand...
Anak-anak Muda di Thailand Dukung Hong Kong dan Taiwan Merdeka, China Marah
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
33 menit yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
1 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
3 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
4 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
5 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved