Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Pemerintah Guatemala Digugat

Rabu, 10 Januari 2018 - 16:20 WIB
Pindahkan Kedubes ke...
Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Pemerintah Guatemala Digugat
A A A
GUATEMALA CITY - Seorang pengacara Guatemala menentang keputusan kontroversial negaranya untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem. Ia pun menggugat keputusan tersebut dengan alasan melanggar hukum internasional.

Marco Vinicio Mejia mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi pada hari Senin lalu. Ia mengatakan bahwa pengumuman 24 Desember mengenai pemindahan kedutaan tersebut bertentangan dengan prinsip, peraturan dan praktik hukum internasional terkait dengan proses perdamaian Israel-Palestina.

"Perubahan kebijakan semacam itu seharusnya diajukan ke referendum," katanya seperti dikutip dari AFP, Rabu (10/1/2018).

Ia juga mengatakan bahwa Presiden Jimmy Morales mencemooh standar pemerintah dengan mengumumkannya di halaman Facebook-nya, bukan menyerahkannya ke kementerian luar negeri untuk membuat pengumuman melalui saluran resmi.

Pemberitahuan tersebut membuat Guatemala menjadi negara pertama dan satu-satunya yang mengikuti jejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan mengatakan bahwa kedutaan besarnya akan dipindahkan dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

Israel telah lama bersikeras bahwa seluruh Yerusalem adalah ibukotanya. Tapi orang-orang Palestina memandang Yerusalem timur sebagai Ibu Kota negara masa depan mereka.

Beberapa resolusi PBB tidak mengakui klaim Yerusalem tersebut, dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 21 Desember menolak pengakuan sepihak kota tersebut sebagai Ibu Kota Israel sebelum penyelesaian secara damai menentukan statusnya.

Hanya AS dan delapan negara lainnya - Guatemala di antara mereka - memberikan suara menentang keputusan Majelis Umum PBB yang tidak mengikat.

Morales, dalam pengumuman Facebook-nya, membela keputusan untuk memindahkan kedutaan tersebut dengan mengatakan bahwa Israel adalah "sekutu" dan bahwa Guatemala secara historis telah pro-Israel.

Menteri luar negeri Guatemala, Sandra Jovel, membantah bahwa negaranya tunduk pada tekanan AS dalam mengambil keputusan. Dia menambahkan bahwa tanggal pemindahan kedutaan belum ditentukan.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
11 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
1 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
6 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
7 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved