Korut-Korsel Kembali Akur, Rusia dan China Semringah

Selasa, 09 Januari 2018 - 19:57 WIB
Korut-Korsel Kembali...
Korut-Korsel Kembali Akur, Rusia dan China Semringah
A A A
SEOUL - Dua negara sekutu Korea Utara (Korut), yakni Rusia dan China mengaku senang dengan adanya pembicaraan antara Korut dan Korea Selatan (Korsel). Pembicaraan ini adalah pembicaraan pertama kedua negara dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang menyatakan, pihaknya menyambut baik pembicaraan itu dan menyambut baik semua langkah positif yang dihasilkan dari pembicaraan tersebut.

Sementara itu, Rusia menyatakan pembicaraan antara Seoul dan Pyongyang adalah sesuatu yang sudah dinantikan selama ini. "Ini adalah jenis dialog yang kami katakan penting," kata Kremlin, seperti dilansir Reuters pada Selasa (9/1).

Seperti diketahui, dalam pembicaraan awal yang berlangsung pada Selasa siang, Korut dan Korsel melakukan pembicaraan mengenai keikutsertaan Pyongyang dalam Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang bulan depan. Dalam pembicaraan itu Korut dipastikan akan mengirimkan delegasi yang terdiri dari pejabat tinggi, atlet, dan pemandu sorak.

Pertemuan tersebut akan dilanjutkan pada Selasa sore setelah kedua belah pihak istirahat untuk makan siang secara terpisah. "Korea Utara mengatakan bahwa mereka bertekad untuk membuat pembicaraan hari ini bermanfaat, dan menjadikannya kesempatan yang sangat penting," ucap Menteri Luar Negeri Korsel Chun Hae-sung.

Chun juga mengatakan, Korsel mengusulkan untuk melanjutkan perundingan mengenai program nuklir Korut, namun tidak ada tanggapan spesifik dari utusan Pyongyang. Namun, menurut Chun, pejabat Korut mengatakan dalam pertemuan tersebut mereka terbuka untuk mempromosikan rekonsiliasi antara kedua negara melalui dialog dan negosiasi.

Sementara itu, lepala delegasi Korut, Ri Son-gwon, mengatakan bahwa pertemuan ini menumbuhkan harapan akan adanya perdamaian diantara kedua Korut. "Pertemuan pada hari ini dengan pemikiran untuk memberi saudara-saudara kita, yang memiliki harapan tinggi untuk dialog ini, hasil yang tak ternilai sebagai hadiah pertama tahun ini," ucapnya.
(esn)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
37 menit yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
1 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
2 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
3 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
4 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved